Perjalanan Sosok Penyiar Pintu Makrifat


 


AL-HUJWIRI.

     Nama lengkapnya adalah Abu Hasan Ali bin Usman bin Al-Ghaznawi Al-Jullabi Al-Hujwiri. Ulama ini lahir di Ghaznah, Persia (Iran), pada abad ke 5 H/ 11 M. Di zaman sekarang, Ghaznah termasuk wilayah Afghanistan.

   Masa kecil dan remajanya dihabiskan untuk menuntut ilmu, terutama di kota kelahirannya, Ghaznah. Untuk menuntut ilmu, ia melanjutkan perjalanannya ke berbagai kota, di Irak, Khurasan di Timur Tengah, Kurdistan, Azerbaijan, Jurjan, Samarkand, Uskand, Marwi di Asia Tengah, hingga Lahore di India.

      Beliau pernah berguru kepada Abul Abbas Al-Syaqani, kemudian Abu Fadhl Muhammad bin Hasan Al-khutalli dan Abu Qasim Al-Jurjani (W.1059) serta Khawaja Al-Muzaffar Ahmad bin Hamdan. Bahkan pernah bertemu dengan Imam Al-Qusyairi.

           Namanya tidak asing dalam dunia sufi, dialah sufi pertama yang mengarang kitab tentang sufisme dalam bahasa Persia. Kitabnya yang berjudul Kasyful Mahjub.

       Bagi para penganut sufi, pengamat, dan para intelektual, kitab Kasyful Mahjub, sudah tidak asing lagi. Kitab itu disejajarkan dengan kitab-kitab sufi lainnya. Seperti kitab Ar-Risalah karya Al-Qusyairi dan Tazkirul Auliya' karya Faridudin Athtar.

        Bahkan kitab Kasyful Mahjub tercatat sebagai kitab sufi yang pertama kali ditulis dalam bahasa persia. Kitab tersebut berisi berbagai pandangan tentang mistik islam dan riwayat hidup singkat tentang para sufi, dan telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa termasuk bahasa Indonesia.

        Pengarang Tazkirul Auliya' Faridudin Athtar, diduga banyak mengutip riwayat hidup dari para sufi dari kitab Kasyful Mahjub, misalnya dalam bab ll yang menyebut nama Al-Hujwiri. Tapi menurut pengamat dunia sufi, AJ, Arberry banyak dari kitab Tadzkiratul Awliya' merupakan kutipan dari kitab Kasyful Mahjub tanpa menyebut sumber.

           Meski begitu, sufi persia, Nawab Khan Fishari Khan, menyebut Al-Hujwiri "juru penerang" dalam sebuah puisinya.

       Sementara menurut pengamat sufi yang lain, Annemarie Schimmel, Kasyful Mahjub termasuk salah satu di antara beberapa kitab yang sahih dan terkenal, sebagai monumen awal Persia, dengan daya ungkap yang kuat.

            Setelah lamanya mengembara ke penjuru dunia, beliau berkunjung ke dua kalinya ke Lahore, India. Ketika itulah ia merasa bertanggung jawab atas penegakkan syariat islam dan meningkatkan pengetahuan kaum muslimin. Maka ia pun mengajar dan berdakwah, sehingga beliau dikenal ulama' yang berpengaruh.

           Beliau adalah seorang pengikut Ahlussunnah Wal Jama'ah. Tidak heran kalau dikenal sebagai ulama' yang berusaha mendamaikan tasawuf, fiqih, dan teologi.

            Ia berulang kali  mengingatkan bahwa tidak ada sufi yang bebas dari kewajiban syariat, atau mentaati hukum-hukum agama. Menurutnya, syariat tanpa hakikat tidak membuahkan apa-apa sedangkan hakikat tanpa syariat, hanya membuahkan kemunafikan.

         Ia termasuk sedikit dari para ulama' yang pertama kali merintis dakwah islam di India, khususnya di Lahore dan sekitarnya.

          Ketika pasukan Hindu menyerang Lahore pada tahun 435 H, Al-Hujwiri termasuk antara orang dari ribuan muslimin yang ditawan. Tak lama kemudian pasukan muslim dari Ghaznah membebaskan para tawanan.

               Dan Al-Hujwiri pun pindah ke Ghaznah lalu ke Khurasan. Tak lama kemudian ia pun pindah lagi ke Lahore hingga wafat pada 1073 M / 465 H.

 

Sumber; -sufiz.com

             -Islami.co


Oleh: Lobby Pangestu

Mahasiswa Jami'ah Qur'an Madani

Sumber ilustrasi: Pinterest

Posting Komentar

0 Comments

Formulir Kontak