Tradisi Potong Jari ala Suku Dani Papua




         Tradisi Potong Jari ala Suku Dani Papua
Manusia adalah makhluk sosial, kalian pasti tahu kalau sudah terlintas kata sosial tidak jauh dari budaya dan tradisi. Kebudayaan itu adalah suatu fenomena universal, yang setiap masyarakat bangsa di dunia memiliki corak yang berbeda -beda antara satu dengan yang lainnya.
 
       Kebudayaan juga adalah produk manusia sebagai eksistensi dan ekspresi untuk makhluk historis. Temen- temen tahu, enggak, di negeri tercinta kita ini Indonesia banyak sekali macam macam ragam budaya dan tradisi dari Sabang sampai Merauke dari acara pernikahan, kelahiran sampai kematian. Oh alangkah indahnya negeri kita, Indonesia tercinta ini.

    Oh iya tau enggak kalian, ternyata di negeri tercinta kita ini terdapat tradisi yang cukup unik dan ekstrem, yaitu tradisi potong jari. Wow! kebayang enggak tuh potong jari gimana rasanya. Itulah yang tradisi yang dilakukan oleh Suku Dani yang terletak di Lembah Baliem Papua.

      Keberadaan Suku Dani di Papua diungkap pada tahun 1900-1940an, kemudian pada tahun 1983, seorang Zoologist dan Filantripi Amerika, Richard Archbold, memimpin sebuah ekspedisi untuk lebih mengenal masyarakat Suku Dani.

      Penduduk Suku Dani mayoritas berprofesi sebagai petani dan sisanya ada berburu juga ada yang beternak. Di Suku Dani pun memiliki berbagai macam tradisi yang cukup menarik nih, salah satunya adalah tradisi Iki Palek. Jadi tradisi ini dilakukan sebagai wujud kesedihan atas kehilangan anggota keluarganya. Jumlah jari yang di potong menandakan jumlah keluarga yang ditinggal, kebayang enggak sih, guys? Kalau dalam keluarga itu lebih dari 10 orang gimana? Jari jari mereka apa kabarnya, ya?
Kebanyakan tradisi ini dilakukan oleh masyarakat Suku Dani dari kalangan kaum hawa, lalu bagaimana dengan kaum adam? Ternyata dari kalangan laki-laki pun ada tradisi tersendiri untuk Suku Dani ini, yaitu melakukan pemotongan kulit telinga mereka.

      Apa, sih, alasan mereka? Ternyata tradisi potong jari dilakukan karena jari merupakan simbol harmoni, persatuan dan kesatuan. Selain itu juga, jari adalah lambang kesatuan keluarga, suku, marga, dan sejarah. Bentuk panjang jari seseorang adalah wujud dari gotong-royong.

      Ketika jari lengkap, berarti seseorang bisa bekerjasama dan berfungsi secara penuh. Namun, saat jari sudah dipotong, kekuatan kerja sama yang dilakukan pun berkurang.

        "Kalian penasaran enggak, apakah ritual 'potong jarinya' itu dihabiskan semua begitu saja atau enggak?" Ternyata, pemotongan dilakukan terhadap semua jari, kecuali ibu jari. Adapun bagian yang dipotong tidak satu jari utuh, panjang ruas jari jika yang meninggal orang tua dan satu ruas jari jika yang meninggal sanak saudaranya. Tradisi Iki Paleg ini dilakukan secara turun temurun oleh nenek moyang mereka.

    Sedangkan untuk kaum laki-laki menjalani tradisi yang berbeda untuk mengungkapkan kesedihannya, tradisi tersebut dilakukan dengan memotong kulit telinga mereka atau disebut juga dengan Nasu Paleg.

        Begitulah masyarakat Suku Dani untuk mengungkapkan kesedihan mereka. Bagaimana dengan suku dan tradisi di tempat kalian tinggal? Semoga tradisi dan budaya kalian lebih baik dan lebih menghargai ciptaan Tuhan yang telah memberikan nikmat kepada manusia dengan sebaik baiknya ciptaannya, ya.
Terlebih lagi agama Islam datang dalam kehidupan kita untuk memperbaiki dan merubah tradisi menjadi lebih baik.

Sumber ilustrasi: stefanustarsi
Oleh: Muhammad Royyan Hidayat

Mahasiswa International University of Africa 

Posting Komentar

0 Comments

Formulir Kontak