Mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe Meninggal Dunia Usai Ditembak dari Belakang


      Mantan Perdana Menteri Jepang periode 2006- 2020 Shinzo Abe terbaring di tanah setelah ditembak dari belakang oleh seseorang yang tak dikenal selama kampanye pemilihan pada 10 juli 2022 mendatang di Upper House Nara.

   Shinzo Abe adalah seorang politikus Jepang yang pernah menjabat sebagai Perdana Menteri Jepang selama 4 periode, menjadikannya sebagai Perdana Menteri dengan masa jabatan terlama sepanjang sejarah Jepang. Periode pertamanya adalah sejak 26 September 2006 hingga 26 September 2007, dan partai yang dia pegang saat ini adalah partai Demokrat Liberal.

    Mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe meninggal dunia 8 Juli 2002 pukul 11:30 waktu setempat, pada usianya 67 tahun setelah ditembak mengenai dada dan lehernya saat berkampanye untuk pemilihan parlemen.

   Insiden pembunuhan mantan Perdana Menteri Shinzo Abe adalah merupakan pembunuhan pertama terhadap seorang pejabat atau mantan Perdana Menteri Jepang sejak zaman militer sebelum perang di tahun 1930.

     Untuk pelaku penembakan tersebut polisi sudah mengamankan tersangka. Pelaku penembakan tersebut bernama Yamagami Tatsuya yang berusia 41 tahun di kota Nara. Dari penangkapan tersebut, polisi menyita pistol yang di pegang oleh tersangka.

    Dalam kejadian tersebut polisi berasumsi bahwa senjata api yang di gunakan dalam serangan pembunuhan adalah rakitan sendiri. Hal tersebut mengingatkan Jepang terkait kepemilikan senjata api dan tingkat kejahatan yang sangat rendah.

   Pria yang menembak perdana mentri Jepang, Shinzo Abe mengatakan kepada polisi bahwa dia awalnya menyerang seorang kelompok pemimpin agama yang diyakininya menyebabkan ibunya bangkrut. Menurut sang pelaku penembakan, ibunya bangkrut setelah menyumbang kelompok tersebut.

   Pria berusia 41 tahun itu mengatakan memiliki dendam terhadap Shinzo Abe. Dia mengatakan bahwa Abe telah mempromosikan grup di Jepang. Abe di nyatakan meninggal dunia pada hari jum'at sekitar 5 jam setelah di tembak dari belakang saat sedang berpidato dalam kampanye di dekat stasiun kereta api di prefektur barat Nara. Yamagami di tangkap tak lama kemudian dengan memegang senjata rakitan.

    Yamagami juga mengakui bahwa dia telah mengunjungi lokasi lain di mana Abe menyampaikan pidato kampanye menjelang pemilihan Dewan Anggota hari Minggu, kata sumber tersebut. Yamagami membantah dia melakukan kejahatan itu karena dia menentang keyakinan politik Abe, menurut polisi.

   Polisi menggeledah rumahnya Jumat dan menemukan barang-barang yang diyakini bahan peledak dan senjata rakitan. Yamagami, yang sekarang menganggur, semula bekerja di sebuah pabrik di wilayah Kansai pada musim gugur tahun lalu. Namun dia berhenti bekerja pada Mei tahun ini, menurut seorang karyawan agen kepegawaian. Dia sebelumnya adalah anggota Pasukan Bela Diri Maritim selama sekitar tiga tahun.


Oleh: Muhammad Rayyan Hidayat


Mahasiswa University of Africa

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama