Penerapan Konsep Pentahelix dalam Perubahan Sosial sebagai Kunci Negara Maju

Sumber : Dokumentasi Pribadi

       Sebagai jawaban atas pertanyaan yang diajukan. Jika anda terpilih menjadi Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, strategi dan aksi apa yang akan dilakukan untuk mewujudkan NKRI yang maju, adil, dan beradab?

       Di dunia yang serba cepat dan tuntutan perkembangan zaman yang begitu pesat atau bisa disebut juga dengan era disrupsi. Indonesia sebagai salah satu negara yang digadang-gadang akan menjadi poros kekuatan di dunia, harus mampu bersaing dengan negara lain dalam segala aspek dan lininya. Hal ini menuntut bagi setiap individu untuk memiliki banyak keahlian dan kemampuan agar dapat melakukan peran dalam satu waktu untuk ikut andil dalam pembaharuan. Namun terkadang kita lupa, bahwa kita sebagai manusia juga punya keterbatasan. Dari banyak tuntutan yang ada, mulai saat ini kita perlu menyadari, pentingnya berkolaborasi melengkapi satu sama lain dalam lingkup kecil hingga besar.

       Apa yang bisa kita capai? Tentunya mewujudkan perubahan sosial di masyarakat. Demi tercapainya perubahan sosial tersebut, tentu kita tidak dapat merealisasikannya secara individu. Itulah mengapa pentingnya sinergi antara unsur-unsur kenegaraan dalam mencapai tujuan bersama dengan menerapkan konsep pentahelix. Pentahelix atau multipihak merupakan unsur sinergi yang menyatukan berbagai elemen atau yang dikenal dengan istilah ABCGM (Academy, Business, Community, Government, Media).

       Academy dalam hal ini berperan sebagai konseptor, seperti melakukan riset penelitian terhadap suatu objek. Business di sini bisa diartikan sebagai pelaku usaha, berperan sebagai entitas yang melakukan proses bisnis untuk pertumbuhan yang berkelanjutan. Community berfungsi sebagai akselerator, bertindak sebagai perantara antara pemangku kepentingan untuk membantu masyarakat dalam proses perubahan sosial. Government dalam konteks perubahan sosial akan berperan sebagai regulator yang merancang peraturan dan memikul tanggung jawab. Media sebagai unsur terakhir memiliki urgensi yang sangat vital karena berperan penting sebagai ekspander, mendukung publikasi dan pengelolaan komersial terkait branding objek.

       Konsep pentahelix dapat diterapkan dalam berbagai bidang, di sini kita berfokus pada perubahan sosial. Dengan menggabungkan semua 5 unsur pentahelix tersebut kita dapat mengembangkan inovasi pengetahuan yang memiliki potensi bertranformasi menjadi produk atau jasa yang bernilai bermanfaat bagi masyarakat. Dengan menemukan pola kemitraan melibatkan berbagai pihak dan peran, tujuan tersebut juga mendukung terwujudunya percepatan pembangunan ekonomi. Sebagai contoh terwujudnya ajang balap MotoGP Mandalika di Lombok, Nusa Tenggara Timur.

       Peran akademisi di sini bisa dilihat dari standar sirkuit yang bertaraf internasional, dimulai dari riset pemilihan lahan yang baik, membentuk view yang sempurna, serta arsitekur sirkuit yang dibuat sedemikan rupa untuk mencapai standar balap internasional. Sedangkan peran pelaku usaha dapat dinilai dari turut campurnya para investor seperti Erick Tohir dan lainnya, menjadikan Mandalika sebagai prospek bisnis yang berkelanjutan untuk negara. Komunitas sebagai unsur ketiga dalam konsep pentahelix berperan sebagai penggerak atau penyelenggara ajang GP Mandalika ini, di dalamnya mencangkup unsur masyarakat yang turut mendapat benefit dari ajang ini. Pemerintahan sebagai pemangku jabatan tentunya memiliki andil yang paling besar dengan menjadi jembatan diplomasi antar negara dan sebagai pemikul tanggung jawab. Terakhir adalah fungsi media yang menjadi alasan mengapa GP Mandalika mampu menorehkan prestasi di kancah internasional, dengan gencarnya publikasi yang dilakukan.

       Ringkasnya, konsep pentahelix adalah salah satu cara dalam mengatasi masalah dan mengembangkan program dengan melibatkan lintas sektor untuk saling berbagi peran. Yang menjadi titik fokus konsep pentahelix adalah sinergi antara pemerintah bersama para pemangku kepentingan hingga masyarakat. Penerapan konsep pentahelix sebagai dasar kolaborasi dapat kita aplikasikan untuk membangun perubahan sosial di masyarakat. Tentunya untuk mewujudkan visi besar, kita perlu melibatkan banyak pihak untuk saling berbagi peran. Semua bisa kita wujudkan mulai dari diri kita sendiri sebagai akademisi di universitas, terlebih saat ini kita adalah diaspora yang memiliki tugas besar saat kembali ke tanah air. Apapun peran kita, tujuannya tetap satu, yaitu hadir sebagai solusi untuk bersama-sama membangun perubahan sosial yang berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

       Demikian konsep pentahelix menjadi jawaban atas apa yang dibutuhkan masyarakat saat ini. Sekaligus menjawab pertanyaan yang diajukan panitia penyelenggara pemilihan Presiden dan Wakil Presiden PPI Sudan sebagai tes penulisan gagasan pertama, sebelum yang kedua. Sebagai bocoran, konsep pentahelix juga akan menjadi pokok utama kami sebagai penulis gagasan ini selama memimpin Persatuan Pelajar Indonesia di Sudan satu tahun ke depan, jika terpilih. Menggabungkan dan mengkolaborasikan semua unsur elemen di Sudan yang terangkum dalam pentahelix untuk memajukan PPI Sudan. Menuju pelajar Sudan yang bersatu, berpadu, dan bermutu.

Oleh : Arya Kurniantoro dan Muhammad Saifurrahman
Mahasiswa University of Africa

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama