Menghina Islam, Politisi India Mendapat Sanksi

Sumber : bbc.com/getty images

       Beberapa waktu lalu India sempat dilanda protes besar-besaran yang disinyalir akibat dari peryataan dari juru bicara Partai Bharatiya Janata (BJP), peryataan tersebut mengakibatkan protes besar hingga mengakibatkan kerusuhan. Polisi India yang saat itu menjaga aksi unjuk rasa menembak mati dua demonstran saat aksi protes itu terjadi, kerusuhan tidak hanya terjadi dengan pembakaran kendaraan dan pelemparan batu, usai aksi protes tersebut layanan internet di nonaktifkan hinggal pukul 6 pagi sabtu (11/6).

       Aksi demonstrasi yang melanda India ini didasari oleh pernyataan dari juru bicara Partai Bharatiya Janata (BJP) Nupur Sharma. Mengutip Sputnik News, salam sebuah debat di media Times Now, Sharma disebut mengolok-olok Al-Quran. Ia menyamakannya dengan "bumi itu datar".

       Ia pun menghina tokoh penting umat Muslim, Nabi Muhammad SAW. Hal itu karena menikah dengan istrinya Aisyah, saat masih muda belia.

       "Nabi Muhammad menikahi seorang gadis berusia enam tahun dan kemudian berhubungan dengannya pada usia sembilan tahun," ujarnya dalam sebuah video yang kemudian dihapus oleh saluran televisi tersebut. Dan bukan hanya Sharma juru bicara dari BJP juga kerap kali melakukan hal yang sama, Naveen Jindal. Ia berkomentar menghina Islam di sosial media. 

       Nupur Sharma akhirnya mencabut peryataannya setelah mengalami banyak protes keras "Jika kata-kata saya telah menyebabkan ketidaknyamanan atau menyakiti perasaan keagamaan siapapun, dengan ini saya mencabut pernyataan saya tanpa syarat," tulis Sharma dalam pernyataannya dengan bahasa Inggris via Twitter pada 5 Juni lalu.

       Meski demikian, dalam update terbaru bahwa BJP telah melakukan sekors ke Sharma. Bahkan Jindal telah dikeluarkan dari partai. 

       Disisi lain Partai Bharatiya Janata membuat sebuah klarifikasi yang berbunyi "BJP mengecam keras penghinaan terhadap tokoh agama dari agama apa pun," ujar keterangan resmi partai, sebagaimana dikutip dari Straits Times.

        Kendati demikian negara-negara teluk seperti Arab Saudi melalui pernyataan resmi kementerian luar negeri meminta India untuk menghormati kepercayaan dari agama lain yang ada. Qatar bahkan meminta Delhi memuat permintaan maaf.

       Kuwait bahkan menyerukan boikot produk India. Hal sama juga dilakukan RI dan India dengan memanggil perwakilan India.

      Komentar itu menyulut berbagai kecaman dari kalangan umat Islam, termasuk protes dari negara-negara mayoritas muslim.

       Di bawah kekuasaan Partai Bharatiya Janata yang merupakan partai politik dari Perdana Menteri Narendra Modi, warga muslim India merasakan tekanan dalam hal kebebasan beragama hingga larangan pemakaian hijab. Semoga sanksi-sanksi yang diberikan kepada para petinggi India dapat mengubah perlakuan mereka terhadap minoritas yang tinggal di India dan menghormati kepercayaan mereka.

Oleh : Zaid Abdul Aziz
Mahasiswa University of Africa

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama