Membangun Kembali Pondasi Dasar PPI Sudan dengan Empat Pilar

      Sumber : Dokumentasi Pribadi

       PPI Sudan yang telah menginjak umur empat windu pada 15 februari 2022 lalu, bisa dikatakan sebagai organisasi yang telah dewasa. Tidak hanya dilihat dari umur, melainkan baik dari segi alat kelengkapan organisasi, sepak terjang, serta dinamikanya dalam lingkup kemahasiswaan. Cukup menggambarkan PPI Sudan sebagai organisasi pelajar yang berdikari. Tentunya semakin besar suatu organisasi semakin besar pula gejolak dinamika yang ada di dalamnya, seperti pohon yang semakin tinggi semakin kencang angin yang menerpa.

       Dari sini kami telah melakukan pemetaan masalah baik dari internal maupun eksternal PPI Sudan selama beberapa tahun ke belakang, yang kami rasa problematika ini tidak menjadi perhatian khusus bagi pengurus sebelum-sebelumnya. Mengingat pondasi kokoh yang harus dibangun adalah aspek fundamental demi keberlangsungan dan keharmonisan PPI Sudan di masa depan.

       Daripada masalah tersebut, salah satunya adalah kaderisasi. Fakta bahwa hanya adanya satu pasangan calon pada pemilihan umum periode 2022/2023 merupakan sebuah bukti hilangnya kaderisasi dari pengurus tahun-tahun sebelumnya. Kaderisasi yang baik merupakan salah satu bukti keberhasilan suatu kepengurusan. Namun ada beberapa faktor yang mungkin menjadi penghambat kaderisasi di PPI Sudan satu tahun ke belakang.

       Salah satu faktor utamanya kita bisa melihat bahwa beberapa masa ke belakang. Organisasi di Sudan baik organisasi masyarakat, lembaga kedaerahan, organisasi kemahasiswaan di universitas, dan lain sebagainya, tumbuh kian pesat. Beberapa yang dulu belum terlihat, saat ini mulai menampakkan wujudnya. Beberapa yang sudah eksis sejak dulu, kini kian memantapkan eksistensinya. Tentunya tumbuhnya organisasi-organisasi di luar tersebut membutuhkan adanya sumber daya manusia yang mencukupi. Kami tidak dapat memungkiri ini adalah hal yang sangat positif, namun memiliki efek samping bagi keberlangsungan PPI Sudan yang pada akhirnya kekurangan SDM di tubuh PPI itu sendiri. Namun ini menjadi tantangan tersendiri dan pekerjaan rumah yang besar bagi pengurus selanjutnya.

       Problematika lain dari hasil pemetaan masalah yang telah kami lakukan adalah hilangnya peran orang tua dalam PPI Sudan. Padahal daripada asas penting dalam keharmonisan organisasi yaitu hammasatu syabab wa hikmatu syuyukh. Semangat dari muda-mudinya dan arahan para orang tuanya. PPI Sudan tidak pernah kehilangan unsur semangat pemudanya, namun pada tahun ini kita bisa menilai bahwa PPI Sudan kehilangan hikmah dari para orang tuanya.

      Masalah ketiga yaitu adanya traumatika dalam kepengurusan yang menyebabkan beberapa dari mereka tidak berani untuk melanjutkan pengabdian mereka ke PPI Sudan. Walaupun tidak secara keseluruhan dari mereka mengalami trauma tersebut. Namun kita tidak bisa memungkiri bahwa hal ini akan menjadi sebuah hambatan tumbuh kembang PPI Sudan di masa yang akan datang. Beberapa penyebab terjadinya traumatika pengurus antara lain tidak adanya arahan yang baik dari atasannya dan juga tidak adanya timbal balik bagi pengurus itu sendiri kecuali ucapan syukron dan jazakumullah khoiron.

       Adanya masalah tentu memerlukan solusi dan aksi nyata. Dengan perumusan masalah tersebut kami mencoba mewujudkan landasan dasar sebagai asas pergerakan kami selama satu periode ke depan yang kami sebut dengan empat pilar (Kolaborasi, Pendidikan, Inovasi, Digitalisasi) sesuai yang tertulis dalam misi kami. Harapan kami landasan dasar atau pondasi ini manfaatnya tidak hanya untuk satu periode ke depan, namun bisa dirasakan untuk generasi yang akan datang.

1. Kolaborasi

      Meski diksi kolaborasi itu sendiri acapkali dipakai dalam setiap periode kepengurusan sebelumnya, namun wujud nyata dari kolaborasi kami rasa masih sangat kurang. Seperti yang kami sebutkan di problematika awal bahwa organisasi di luar PPI Sudan telah tumbuh besar sedemikan rupa. Maka dalam hal ini PPI Sudan tidak boleh egois. PPI Sudan tidak perlu merasa paling berjasa dan ingin selalu berada di atas atau menonjolkan dirinya. Sudah saatnya PPI Sudan membuka ruang-ruang kolaborasi lebih lebar lagi. Hal ini diharap akan menumbuhkan kepercayaan publik terhadap PPI Sudan dan keharmonisan seluruh elemen organisasi yang ada di Sudan. Dengan satu tujuan utama yaitu mengedepankan persatuan dan kesatuan daripada kepentingan pribadi maupun golongan.

2. Pendidikan

       Pendidikan menjadi salah satu fokus utama kami selama satu periode ke depan. Karena selama ini kami rasa pendidikan dalam PPI Sudan dampaknya tidak dirasakan oleh semua kalangan. Penyebab utamanya adalah tidak memaksimalkan potensi tokoh dan kelompok-kelompok kajian di luar sana yang sudah terlebih dahulu ada dan memiliki nama. Jika hal ini bisa dimaksimalkan tentu akan meningkatkan atensi banyak kalangan terhadap PPI Sudan.

     Juga terhadap bimbingan belajar pada materi-materi kuliah. PPI Sudan sebagai lembaga induk harus mampu mengkoordinir dan bekerja sama dengan organisasi lain yang memiliki fokus sama dalam hal ini. Agar efesiensi kegiatan bimbel bisa berjalan baik. Juga mampu mengembalikan peran para pendahulu atau senior PPI Sudan dengan turut andil sebagai pengajar.

3. Inovasi

       Inovasi di sini terfokus pada bidang ekonomi atau penguatan finansial. Dengan mencoba menerapkan terobosan baru yaitu sistem manajerial di badan usaha. Maka orang-orang yang berkontribusi dalam penguatan finansial PPI Sudan akan mendapatkan timbal balik baik dari segi materi maupun pengalaman. Hal ini dapat membantu pemecahan masalah tentang traumatika pengurus yang disebutkan di awal.

4. Digitalisasi

     Sesuai poin ke-4 dalam misi kami, digitalisasi menjadi salah satu fokus utama yang akan kami kedepankan. Memandang bahwa di era digital seperti saat ini, perlu adanya penerepan teknologi terbarukan guna menunjang perapihan tata kelola organisasi. Dengan adanya tata kelola yang baik tentunya akan meningkatkan kepedulian dan kepercayaan publik terhadap PPI Sudan itu sendiri.

       Demikian empat pilar sebagai landasan pokok atau asas dasar selama satu periode ke depan bahkan dampaknya bisa dirasakan untuk masa yang akan datang. Adapun ada beberapa aspek di luar empat pilar tersebut yang belum kami sebutkan dan tentu akan menjadi penunjang dalam penyelesaian pemetaan masalah yang kami sebutkan di awal. Di antaranya penguatan internal pengurus dengan membentuk kabinet yang tidak saklek dan memerhatikan kesejahteraan anggota. Juga salah satu privilege kami sebagai pasangan calon yang tidak memiliki latar belakang apapun adalah dapat membaur dengan banyak macam golongan dengan lebih mudah. Seperti yang seringkali kami sampaikan, silakan bawa kepentingan kalian ke PPI Sudan, agar manfaatnya bisa dirasakan untuk semua kalangan.

     Sebagai penutup, langkah-langkah di atas merupakan tugas berat bagi kami, namun akan terasa ringan jika dipikul bersama. Tidak banyak hal yang dapat kami janjikan, namun kami tetap berusaha untuk mengupayakan banyak hal untuk kebaikan PPI Sudan di masa yang akan datang. Tabik.

Oleh:

Arya Kurniantoro dan Muhammad Saifurrohman Mahasiswa University of Africa




2 Komentar

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama