Berawal Dari Mimpi

                   Sumber gambar: pexels
 

Apa yang terlintas dalam benak kalian ketika mendengar kata mimpi?

Aku percaya semua orang memiliki mimpi, tak terkecuali denganku. Menurutku, memiliki mimpi, membuat seseorang bersedia melakukan apa saja selama tidak melanggar larangan agama. Dan karena sadar bahwa yang tengah diperjuangkan adalah mimpinya sendiri, maka seseorang akan mengupayakan segala cara dengan penuh suka cita demi hasil yang nyaris sempurna. 

Esensinya, yang membuat seseorang bersemangat membuka mata setiap hari adalah mimpi-mimpinya. Mimpi-mimpi yang sedang menunggu diwujudkan. Mimpi-mimpi yang sedang bersiap untuk dijemput.

Coba kalau seseorang hidup tanpa mimpi, sudah pasti kesehariannya akan bersahabat dengan rasa malas. Coba saja kalau seseorang memperjuangkan mimpi orang lain, sudah pasti akan mengupayakannya setengah hati. Karena pada dasarnya setiap manusia cenderung tidak tertarik dengan mimpi orang lain. Oleh karena itu setiap orang harus memperjuangkan mimpinya masing-masing. 

Sebenarnya semua orang memiliki mimpi, tapi tidak semua orang bisa mendapatkan mimpinya. Tergantung seberapa besar keyakinan dan usaha seseorang untuk mewujudkan impiannya. Semoga setelah ini kita memiliki keyakinan yang kuat dan usaha yang dahsyat untuk mewujudkan impian kita. Dengan begitu, untuk menunggu impian kita terwujud hanya tinggal menunggu waktu.

Bermimpilah setinggi langit, maka Allah akan memberi kita jalan untuk sampai pada tujuan.

Banyak orang menyesal karena tidak yakin dan tidak bersungguh-sungguh saat memperjuangkan mimpinya. Dan aku tahu kita semua hampir pernah pesimis terhadap mimpi yang kita miliki. Aku yakin kita semua pernah frustasi karena menyerah diawal dan menyesal kemudian sebelum mencobanya. Am i right? 

Ya, aku kira semua orang pernah memiliki pengalaman berharga atas penyesalannya. Semoga kita semua termasuk orang-orang yang belajar dari pengalaman masa lalu. Sehingga tidak melakukan kesalahan yang sama pada masa depan.

Rasanya terlalu egois bila kita menyerah atas impian-impian besar karena kurangnya rasa percaya diri. Padahal sebenarnya setiap orang mampu menaklukkan setiap mimpi yang sanggup mereka bayangkan. Masalahnya, tidak semua orang berani menerima tantangan.

 Manusiawi untuk merasa pesimis. Tapi, bukankah seharusnya kita lebih bersemangat membangun motivasi daripada mengecilkan hati? Selebihnya, kita hanya perlu bersungguh-sungguh dalam berjuang untuk sampai pada tujuan dengan penuh keyakinan. 

Dari Abu Huraira RA, dia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, ‘Sesungguhnya Allah berkata: “Aku sesuai prasangka hambaku pada-Ku dan Aku bersamanya apabila ia memohon kepada-Ku.” (HR Muslim).

Bila Allah sudah berfirman, seharusnya tidak ada sedikit pun keraguan. Meskipun memang sulit membayangkan sesuatu yang seperti mustahil kita dapatkan. Tapi, jika kita memiliki kesempatan yang sama untuk bermimpi, bukankah lebih baik kita memimpikan sesuatu yang baik, positif dan menyenangkan? 

Selain itu, alangkah lebih baik saat kita sudah memiliki mimpi yang positif, segera temukan cara untuk sampai pada tujuan kita. Selama kita bersungguh-sungguh, Allah akan membalas kerja keras kita dengan hasil terbaik. 

Apapun itu, yang terjadi adalah yang terbaik.

Memang tidak mudah menerima kekalahan, tapi kita tidak harus langsung selalu berhasil diawal. Bisa jadi pada usaha kesekian, kita baru bisa mendapatkan kemenangan. Meskipun bisa jadi beberapa orang langsung berhasil saat melakukan usaha pertama. 

Satu hal yang pasti, yang terbaik untuk orang lain belum tentu baik untuk kita.

Oleh: Muna Syahidah

Mahasiswa Khartoum international institut for arabic language

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama