Semarak Indonesian Culture Fest, Ajang Internasional Mengenalkan Islam di Nusantara Lewat Budaya

 

Sumber : Dok, Jamiah

Badan Eksekutif Mahasiswa Ikatan Mahasiswa Indonesia International University of Africa (BEM IMI IUA) mengadakan festival budaya Indonesia, Indonesian Culture Fest (ICF) pada Sabtu (5/3) kemarin. Acara yang berlangsung di lokasi kampus International University of Africa itu mengusung tema ‘Islamization Through Culture’ ini menampilkan beragam budaya Indonesia termasuk pakaian adat, alat musik, festival pameran, festival permainan tradisinal, festival makanan nusantara, hingga opera kebudayaan Indonesia.

Mengangkat tema yang sarat dengan islamisasi budaya di Nusantara. ICF kali ini tampil berbeda dengan tak hanya mengenalkan kekayaan Nusantara lewat beragam festival kepada masyarakat internasional, melainkan juga memperkenalkan keragaman budaya yang mewarnai gerakan penyebaran Islam di Nusantara.

Pengemasan acara budaya yang sedikit berbeda dari program tahunan BEM IMI IUA ini disambut antusias oleh masyarakat Indonesia maupun masyarakat asing yang berada di Sudan. Hal ini terlihat dari kuantitas pengunjung selama acara sekaligus antrian panjang 300 tiket masuk venue untuk penampilan opera budaya yang ludes dalam waktu sekejap.

Memasuki area festival, pengunjung pertama kali disambut dengan jajaran stan makanan Nusantara yang diikuti oleh berbagai lembaga kedaerahan di Indonesia. Tak hanya mempan mewujudkan suasana kampung halaman, festival makanan ICF juga memberikan edukasi kepada para pengunjung lewat unggahan terkait deskripsi kudapan dari berbagai daerah lewat sosial media sekaligus menampilkan kekhasan kuliner dari berbagai wilayah Indonesia dengan mading-mading unik dan menarik. Hal inilah yang turut mendapat respon positif dari pengunjung asing sebab keragaman festival kuliner tak hanya muncul sebagai ajang ‘jual-beli’ namun juga diimbangi dengan percakapan edukasi terkait kuliner nusantara yang baik.


ICF kali ini juga turut menampilkan pameran barang daerah khas Indonesia dengan menampilkan galeri alat musik, topeng, baju adat, hingga berbagai pernak-pernik dari banyak wilayah. Di stan galeri Indonesian Culture Fest ini, pengunjung bisa memakai berbagai pakaian adat, bermain mainan tradisional, mencoba alat musik khas Indonesia, hingga mendapat penjelasan terkait beragam pernak-pernik khas Nusantara.

Sembari menunggu penampilan opera budaya yang merupakan acara puncak di malam hari, ICF mengadakan streetshow dan festival permainan tradisional yang berisi kegiatan outdoor yang menampilkan budaya, lomba permainan tradisional bersama warga asing seperti tarik tambang, dan juga kuis berhadiah.

           “Saya bangga dengan kekreatifan mahasiswa Indonesia yang membuat acara untuk mengenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat internasional. Acara ini merupakan ajang yang dapat memberi tahu dunia bahwa, ya, seperti ini, kita punya budaya yang kaya, dan sudah sepatutnya menjadi banyak pertimbangan kerja sama internasional. Apalagi waktu saya lihat permainan tradisinal, orang asing antusias banget, saya yakin itu karena baru pertama kali mereka melihat keunikan permainan yang demikian. “ tutur Bagus Indra Lukito, Manajer Sawabash Indomie saat ditemui di lokasi festival.

        Acara puncak digelar malam hari di gedung African Conference Hall, kampus IUA. Acara yang merupakan pegelaran opera Nusantara ini menampilkan berbagai budaya Indonesia selaras dengan tema ‘Islamization through Culture’ yang menampilkan berbagai keragaman budaya di Indonesia yang dikemas melalui  drama berbentuk opera di antaranya seperti penampilan tarian Gadis Bujang khas Sumatera, tabuhan rebana Rapai Geleng khas Aceh, lantunan bait Lir-ilir dan Selawat Asnawiyah dengan iringan rebana, angklung, dan musik modern, pagelaran wayang, hingga menyanyikan lagu Indonesia.


“Mengangkat tema islamisasi melalui budaya ini, berarti kita, sedang mengenalkan ke masyarakat tentang bagaimana cara Islam zaman dulu masuk ke Indonesia. Terlepas dari berbagai cara seperti perdagangan, pernikahan, dan lain sebagainya, tidak menafikan bahwa ada unsur pendekatan melalui budaya yang menjadi sarana dalam penyebaran Islam di Nusantara.” kata Farrel Izham, selaku Wakil Presiden BEM IMI IUA.

Festival budaya Indonesia yang mendapat respon baik dari masyarakat luas ini diharapakan tak hanya mampu mengenalkan kearifan budaya Nusantara dalam kancah internasional, namun juga mengajak generasi muda untuk turut serta melestarikan budaya nusantara kita, yang tidak boleh semakin terkikis dengan kemajuan teknologi dan bertambahnya zaman.

 

Faradilla Awwaluna Musyaffa'

Mahasiswa International University Of Africa

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama