Refleksi Akhir Tahun: PPI Sudan di Persimpangan Jalan (Antara Idealisme dan Realitas)

 



Persatuan Pelajar Indonesia Sudan (PPI Sudan) yang secara de jure sudah hampir menginjak umur 40 tahun tentunya mengalami berbagai macam dinamika di dalamnya. Sebagai organisasi kemahasiswaan selaku agent of change dan agent of development tentunya PPI Sudan selalu berupaya menjadi organisasi yang dapat mewadahi mahasiswa khususnya anggotanya yang sedang menempuh pendidikan di luar negeri khususnya Sudan dalam menyalurkan ide dan gagasan yang cerdas sebagai bukti pengabdiannya terhadap bangsa dan negara.

Dalam empat tahun terakhir ini, penulis merasakan dinamika yang menarik di organisasi PPI Sudan, baik dari segi ‘politik’, pun dalam segi rekonstruksi terhadap sistem yang ada khususnya konstitusi (baca: AD ART). Dalam sistem organisasi atau Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD ART)  PPI Sudan, mengalami perubahan yang signifikan ketika amendemen di akhir kepengurusan PPI Sudan periode 2020/2021. Dinamika yang muncul dalam perubahan ini menuai pro dan kontra hingga saat ini.

Dari segi ‘politik’, memang tidak terlalu mencolok bahkan terkesan stagnan, setiap menjelang pemilihan umum (pemilu) Presiden dan Wakil Presiden PPI Sudan (baca: dahulu ketua dan wakil ketua) seperti formalitas kegiatan tahunan sehingga seperti muncul stigma “paling ujung-ujungnya yang kepilih orang-orang itu lagi atau petahana”, sampai akhirnya mengalami penyegaran ketika pemilu kemarin (2021). Suasana ‘politik’ mulai hangat kembali dan memberikan warna baru, terbukti selama pemilu kemarin, kedua pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden PPI Sudan dan para tim sukses (timses) menawarkan visi dan misi atau gagasan-gagasan terbaiknya dengan menampilkan hal-hal baru dalam kampanye yang sebelum-sebelumnya (mungkin) jarang, bahkan belum pernah ada, yang pada akhirnya dapat menarik simpati anggota yang selama ini jarang bahkan belum pernah hadir sama sekali dalam kegiatan PPI Sudan khususnya pemilu, kini sedikit demi sedikit ikut berperan. Sampai akhirnya, hangatnya suasana ‘politik’ dalam pemilu mencapai klimaks hingga sesi penghitungan suara dan ditetapkannya Presiden dan Wakil Presiden terpilih, yaitu sdr. Zikra dan sdr. Mufid.

Gerakan di luar PPI Sudan= Gerakan Oposisi? 

Dan Aktualisasi Visi Misi dalam Program Kerja

Pada awal terbentuknya kepengurusan PPI Sudan setelah pemilu, penulis sangat menyayangkan dengan sikap PPI Sudan yang terkesan (masih) memunculkan suasana politik ketika pemilu dan terlalu reaktif. Salah satu bentuknya adalah dengan menstigmasi atau menggeneralisir gerakan-gerakan kemahasiswaan di luar PPI Sudan sebagai gerakan oposisi. Seharusnya, di masa periode yang relatif lebih singkat dari sebelum-sebelumnya, PPI Sudan dapat mengambil momentum untuk membangun internal dan kepercayaan publik dengan tetap fokus pada aktualisasi program-program kerja sesuai visi dan misi yang ditawarkan saat masa pemilu. Jikalau memang terdapat gerakan ‘oposisi’, maka seharusnya bersikap tidak reaktif. Justru menurut penulis, bersikap reaktif dapat menjadikan kepercayaan publik menurun, alangkah baiknya menjadikan gerakan-gerakan tersebut sebagai social control terhadap kebijakan PPI Sudan itu sendiri. 

Di era disrupsi saat ini, menuntut kita, tak terkecuali PPI Sudan agar dapat beradaptasi dan produktif dengan segala percepatan perubahan yang ada. Menurut Badan Perencanaan Pembangunan (Bappenas), pada 2030-2040 jumlah penduduk usia produktif di Indonesia diprediksi akan mencapai 64 persen dari total populasi, atau sekira 297 juta orang (Republika.co.id, 2021). Maka dengan visi dan misi yang ditawarkan, seharusnya bisa sejalan dengan kondisi seperti itu.

Kondisi seperti ini harus disambut baik sebagai momen untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia unggul yang berdaya saing global. Karena bagaimanapun juga, PPI Sudan merupakan “kawah inkubasi” di mana mahasiswa Indonesia di Sudan menghimpun diri dan mengasah skill dalam suatu wadah, sehingga aktualisasi visi dan misi dengan program yang menunjang dapat meningkatkan kualitas anggota sebagai upaya untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Sejalan dengan visi dan misi kepengurusan saat ini, penulis menggarisbahawi beberapa poin penting seperti, poros pergerakan, dinamis, dan dapat bersaing di kancah internasional. Kemudian diafirmasi beberapa poin dalam misi yaitu, mengoptimalkan skill, internasionalisasi, dan mewujudkan generasi Indonesia Emas 2045. Oleh karenanya, penulis masih menaruh harapan besar terhadap kepengurusan PPI Sudan saat ini akan aktualisasi visi dan misi yang ditawarkan, juga dengan melihat susunan kepengurusan saat ini yang mengalami penyegaran dengan kebanyakan pengurus itu sendiri diisi oleh orang-orang muda yang seharusnya bisa mengejawantahkan visi dan misi itu.

Namun, sangat disayangkan di empat bulan pertama ini, PPI Sudan sebagai poros gerakan mahasiswa, justru penulis melihat belum ada gebrakan atau gerakan yang signifikan dari proses pengejawantahan visi dan misi yang ditawarkan, bahkan justru terlihat dan terkesan timpang dengan dua lembaga otonomnya, Persatuan Pelajar Putri Indonesia Sudan (PPPI Sudan) dan Lembaga El-Nilein. Justru mereka (PPPI Sudan dan El-Nilein) yang lebih terlihat pergerakannya akhir-akhir ini. Ke depannya, PPI Sudan harus bisa memanfaatkan momentum yang ada, terutama di awal-awal kepengurusuan.

Memang banyak sekali kendala yang dihadapi apalagi di era disrupsi  ditambah kondisi Sudan saat ini. Namun, hal itu bukan menjadi alasan bagi PPI Sudan kehilangan arah dan kembali berada pada posisi stagnasi. Harapannya, aktualisasi program bisa menunjang peningkatan kualitas sumber daya manusia seperti; berpikir analitis dan inovasi, kreativitas, orisinalitas dan inisiatif, pemanfaatan teknologi, pemecahan masalah kompleks, empowering leadership, dan hal lainnya. Pemanfaatan perkembangan teknologi bisa dimanfaatkan dalam mencapai tujuan atau program-program, dan tentunya PPI Sudan harus lebih dinamis dalam bergerak di saat seperti ini.

 

PPI Sudan Gemilang: antara Idealisme dan Realitas?

Kurang lebih setahun ke belakang tagline “PPI Sudan Gemilang” cukup masif disuarakan ketika terjadi amendemen AD ART pada 2021 lalu, khususnya pada akhir kepengurusan periode 2020/2021. Semangat yang dimunculkan menggambarkan idealisme terhadap perubahan untuk perbaikan di tubuh PPI Sudan. Memang perubahan yang diberikan menuai pro dan kontra. Namun, itu hal yang wajar dalam proses dinamika berorganisasi.

         Menurut penulis, gagasan “PPI Sudan Gemilang” masih sangat mentah karena belum jelas indikator-indikator dalam mencapai itu semua. Hal ini bisa menjadi bias dan multitafsir, karena setiap kepengurusan akan menginterpretasikan sesuai perspektif mereka. Seperti halnya visi Indonesia Emas 2045 yang jelas indikatornya ditopang oleh empat pilar yaitu, 1) pembangunan manusia seta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, 2) pembangunan ekonomi berkelanjutan, 3) pemerataan pembangunan, dan 4) ketahanan nasional dan tata kelola pemerintahan.  Maka seharusnya gagasan itu (PPI Sudan Gemilang) harus diformulasikan dengan indikator yang jelas pula.

Akan seperti apa dan dibawa kemana arah gagasan PPI Sudan Gemilang? Ini menjadi ‘PR’ kita bersama, bukan hanya pengurus dan lembaga-lembaga yang ada di struktural saja, tetapi kita (baca: anggota PPI Sudan) juga harus berperan aktif untuk merumuskan dan mematenkan indikator-indikator itu sebagai upaya dalam mewujudkan cita-cita bersama.  Idealisme harus terus berkobar dan tetap ada, tetapi pengejawantahannya yang perlu dinamis dan bertahap sesuai dengan realitas yang ada.

Setiap perubahan menuju perbaikan memang harus dilakukan dengan cara yang tepat dalam usaha menyongsong cita-cita bersama terhadap PPI Sudan. Jika gagasan tadi sudah diformulasikan dengan indikator-indikator yang jelas, maka ini dapat menjadi bentuk pengejawantahan dalam menyongsong Indonesia Emas 2045 sebagaimana yang tertuang dalam mission kepengurusan periode ini.

Layaknya di persimpangan jalan, PPI Sudan saat ini harus bisa memberikan gebrakan atau gerakan visioner yang lebih kreatif dan inovatif bukan lagi stagnan yang itu-itu saja, sehingga tidak kebingungan dalam menentukan arah pergerakan di tengah arus perubahan yang cepat. Semoga di sisa periode kepengurusannya, PPI Sudan dapat memberikan gebrakan atau gerakan baru dengan nilai kebermanfaatannya yang dapat berdampak luas. Penulis yakin setiap usaha dalam kebaikan untuk mewujudkan cita-cita bersama akan sampai dengan penyampaian yang tepat. Patut kita kawal bersama.


Khartoum, 31 Desember 2021


Sumber gambar : Dokumentasi Pribadi

Habib Abdurahman Izzudin

Mahasiswa International University of Africa

Posting Komentar

1 Comments

  1. Mantap pak habib,semangat buat temen2 pengurus PPI sudan,semoga cita-cita bersama PPI gemilang bukan hanya wacana akan tetapi rencana yang suatu saat jadi nyata.

    BalasHapus

Posting Komentar

Formulir Kontak