Nabi Daniel, Kisah yang Jarang didengar Manusia

Sumber: FiqihIslam.com

 

Waktu kecil, kita selalu dituntut untuk menghafal 25 nama nabi dan rasul, tapi setelah kita semakin dewasa dan lebih banyak kitab yang kita telaah ada beberapa nama yang tidak ada dalam daftar 25 nabi dan rasul yang selama ini kita hafalkan, Lalu siapakah mereka itu? Dan apakah nabi dan rasul itu hanya berjumlah 25 saja?


Bahwasanya 25 nama nabi dan rasul yang selama ini kita hafal hanyalah nama-nama nabi dan rasul yang tertulis dan dikisahkan dalam Al-Qur'an, tapi pada aslinya jumlah nabi dan rasul itu ada banyak, bahkan ribuan. Jumlah nabi terdapat 124.000 dan rasul berjumlah 315, yang mana diawali dengan Nabi Adam dan ditutup oleh Nabi Muhammad Saw. dengan membawa agama Islam.

 

Di sini tidak akan membahas tentang perbedaan apa itu nabi dan apa itu rasul, tidak akan membahas peranan penting nabi dan rasul, tapi di sini penulis teringat tentang sebuah kisah yang mana kisah tersebut terjadi pada zaman kekhalifahan Umar bin Khattab. Kejadian itu terjadi saat kamu muslimin sedang berjihad untuk menaklukan Kaum Tarta di daerah Hurmazan, yang mana setelah itu sahabat Abu Musa Al-Asy'ari menemukan jasad yang masih utuh, tak sedikit pun dimakan umur maupun di telan bumi. Jasad tersebut digunakan oleh Kaum Tarta sebagai wasilah untuk meminta hujan dan rezeki sebelum mereka akhirnya mengenal Islam. Kemudian Abu Musa Al-Asy’ari pun langsung mengirimkan surat kepada Khalifah Umar.

 

"Umar pun segera membalas surat itu, 'Sesungguhnya ini (jasad tersebut) adalah nabi di antara para nabi. Api tidak akan membakar jasad para nabi dan bumi tidak akan merusaknya. Hendaklah engkau dan salah seorang sahabatmu menguburkannya di tempat yang tidak ada serorang pun yang mengetahuinya kecuali kalian berdua.' Kemudian aku dan Abu Musa pergi untuk menguburkannya.” (HR. Ibnu Abi Syaibah dengan sanad sahih).

 

Kemudian khalifah Umar memerintahkan Abu Musa Al-Asy’ari untuk menyembunyikan dan mengubur jasad seorang yang diketahui adalah Nabi Daniel tersebut, agar Kaum Tarta tidak kembali melakukan kesyirikan setelah memeluk agama Islam.  Cara menyembunyikan kubur Nabi Daniel yakni dengan cara para sahabat mengali 13 lubang kuburan di sungai (airnya dibendung sementara) lalu menguburkannya pada salah satu lubang di malam hari sehingga tidak ada yang mengetahui di mana kubur beliau.

 

Diriwayatkan Al-Baihaqy dalam Dala-ilun Nubuwwah, Dari Khalid  bin Dinar dari Abu ‘Aliyah, Aku berkata kepada Abu Aliyah, "Apa yang kalian lakukan pada jasad nabi tersebut?" Abu ‘Aliyah berkata, "Kami menggali di sungai (airnya dibendung sementara) sebanyak 13 lubang kubur yang terpisah-pisah. Pada saat malam hari, kami menguburkannya dan kami ratakan semua kubur tersebut agar manusia tidak mengetahui dan tidak menggalinya kembali.”

 

Lalu bagaimana kisah Nabi Daniel As. yang mana Kaum Tarta sempat menyembahnya? Kisah seorang Nabi yang pernah dipuja-puja oleh kaum yang pernah bermukim di daerah Alexandria. Suatu hari Raja Babilonia, Nebukadnezar bermimpi melihat sebuah patung raksasa. Patung itu berkepala emas, lengannya dari perak, tubuhnya dari tembaga, dan kakinya dari besi. Namun patung itu hancur berserakan hanya karena sebuah batu. Sang raja pun penasaran dengan mimpinya itu. 

 

Ia lalu mencari para penafsir mimpi di seluruh penjuru negeri. Sayangnya tak ada satu pun yang bisa menafsirkannya. Singkat cerita, ia mengetahui seorang pemuda bernama Daniel yang pandai menafsirkan mimpi. Dibawalah sang nabi ke hadapan raja.

 

Nabi Daniel lalu mencoba menafsirkan mimpi tersebut bahwasanya patung itu merupakan tanda penguasa yang akan silih berganti. Emas merupakan Babilonia yang kemudian akan hancur digantikan Kerajaan Persia sebagai perak, lalu Kerajaan Yunani sebagai tembaga, dan Kekaisaran Romawi sebagai besi. Namun seluruh penguasa itu akan berakhir dengan kehancuran.

 

Jawaban Nabi Daniel memuaskan sang raja. Ia kemudian diangkat sebagai penasihat kerajaan. Namun kecerdasan Nabi Daniel justru membuat perangkat kerajaan merasa iri dan dengki. 


Mereka pun membuat beragam fitnah tentang Nabi Daniel. Raja dipengaruhi agar mempercayai fitnah itu dan membenci penasihatnya. Makar itu pun berhasil, Nabi Daniel dihadapkan pada hukuman raja.

 

Sebuah lubang besar dibuat para pengawal kerajaan. Terdapat 2 ekor singa kemudian di taruh di dalamnya. Raja kemudian memerintahkan para pengawal untuk memasukkan Nabi Daniel ke lubang itu. Singa-singa yang lapar itu mengaum melihat mangsa. Namun keajaiban datang dari Allah Swt., tiba-tiba 2 ekor singa itu terdiam dan mengatupkan mulut mereka. Bagai bertemu majikan, singa itu menjilati Nabi Daniel layaknya hewan peliharaan.

 

Kemudian 2 ekor raja hutan itu justru menjadi sangat patuh pada sang nabi. Allah lah yang memerintahkan kepada singa dan mengabulkan doa Nabi Daniel yang meminta perlindungan.

Namun masalah lain datang. Berhari-hari Nabi Daniel ada di lubang bersama 2 ekor singa. Tak ada makanan ataupun minuman, sang nabi pun kelaparan dan kehausan tak terkira. Allah lalu memberikan keajaiban lain kepada manusia pilihan-Nya itu.

Diutuslah Nabi Yeremia, nabi Allah lain yang ada di Yerusalem, untuk mengirimkan makanan kepada Nabi Daniel. Namun saat menerima perintah tersebut, Yeremia kebingungan.

 

“Ya Rabb, saya ada di Yerusalem (Palestina), sementara Daniel ada di Babel (Babilonia, sekarang Irak).”

 

Allah berfirman, “Lakukanlah yang Aku perintahkan, akan Kukirimkan sesuatu yang membawamu ke sana.”

 

Benarlah, sesuatu entah apa itu, tak disebutkan dalam kisahnya, membawa dengan cepat Nabi Yeremia dari Yerusalem ke Babilonia. Membawa beragam makanan, Nabi Yeremia pun menyapa dari atas lubang. Betapa terkejutnya Nabi Daniel melihat sosok nabi lain di atas lubang.

 

“Siapakah itu?” tanya Nabi Daniel.

 

“Saya Yeremia. Tuhan mengutusku kepadamu,” jawabnya seraya memberikan makanan dan minuman kepada Daniel.

 

Keduanya pun bercakap dan tak henti mengagungkan kuasa Allah Swt., Nabi Daniel pun mengungkapkan rasa syukur yang tak terkira atas dua keajaiban yang ia terima.

 

“Segala puji bagi Allah yang tak pernah melupakan hamba-hamba-Nya, Dia menghalau bahaya setelah kesulitan, mengganti kesabaran dengan keselamatan, melapangkan saat kesusahan dan memberikan harapan saat putus asa.”

 

Begitulah sedikit kisah seorang nabi yang jarang didengar namanya, Nabi Daniel As., semoga ada hikmah dan pelajaran yang bisa diambil oleh teman-teman semua.

  

Daniel Zia Ulhaq

Mahasiswa International University of Africa

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama