Terhangat

Tawakal

Sumber : bldna.co.il

“Masalah akan jadi musibah dengan keluh kesah dan masalah akan jadi anugrah jika di hadapi dengan penuh syukur,” (Dewa Eka Prayoga)

Realita kehidupan penuh dengan lika-liku, perjalan mencapai impian tidak semulus yangg diimpikan, dengannya beberapa memilih putus asa karena dirasa sudah di ujung jalan, atau kadang tenggelam dalam kesedihan yang begitu dalam seakan tak mampu disembuhkan. Tapi bukankah itu inti dari perjalanan impian, yaitu tangga menanjak menantang diri untuk berada lebih tinggi (posisi) dari sebelumnya. Kadang kala kita membutuh sebuah keajaiban untuk mendapat sesuatu di atas rata-rata atau tanpanya kita hanya menjadi orang biasa.

Kita bukan membicarakan tentang bermain ilmu hitam demi sebuah cita-cita, tapi ingin membahas sedikit dari keajaiban kekuatan Allah. Bagaimana Allah membantu hambanya dalam segala urusan selama kita percaya akan hal itu dan melibatkan Allah dalam sisi perjuangan kita. Para syekh selalu dan tidak pernah lupa menuliskan kalimat basmalah di awal bukunya, dengan niat mencari berkah agar penyebaran ilmu menjadi manfaat oleh banyak orang. Hal ini dicontohkan oleh para ahli ilmu yang membiasakan membaca basmalah di setiap kegiatannya, mereka tidak mengandalkan kekuatannya semata karena sadar manusia bukan diciptakan untuk dapat mendapat segala yang dimaunya, tetapi hanya bisa meminta, berharap, dan berusaha tanpa bisa memastikan hasilnya.

Masalah adalah keadaan sulit, namun banyak sekali buku baik motivator biasa atau motivator agamis yang menuliskan untuk membantu orang lain yang kesusahan, bukankah kita sendiri yang membutuhkan uluran tangan itu? Bang Dewa di bukunya, “Melawan Kemustahilan” pernah dinasehati gurunya seperti ini, “Jangan bantu saat punya rezeki lebih, jika ingin rezeki lebih, banyak-banyaklah membantu orang. Bantulah orang lain, maka Allah akan membantumu.” Aneh memang tapi begitulah konsepnya, karena kebaikan itu akan mengundang hal baik lainnya untuk datang.

Banyak sekali cerita bahkan dari teman kita sendiri yang mendapat keajaiban ketika menggapai citanya yang di mana peluangnya paling sedikit untuk dicapai dibanding semua teman-temannya, tetapi dia tetap mau berjuang serta tawakal pada Allah  dan akhirnya bisa menggapai impian itu.

Pada buku Melawan Kemustahilan, Bang Dewa memberikan beberapa tips agar usaha kita dibantu dengan keajaiban demi keajaiban dari Allah

1.      1. Terus berjuang dengan keyakinan, sebagaimana kisah Nabi Musa saat dikejar oleh pasukan Firaun dan di depannya Laut Merah yang menghalangi jalan. Nabi Musa tetap tenang dan optimis akan jalan keluar itu ada dan sangat dekat dengan kita, ternyata tongkatnyalah yang menjadi jalan keluar beliau dari masalah itu.

2.      2. Membantu orang lain. Ada yang mengatakan bahwa dalam berbuat kebaikan kita akan mendapat uang muka pahala kita di dunia.

3.   3. Bertaubat dan jauhi maksiat. Memang benar halnya jika pahala dan dosa adalah urusan akhirat, tetapi dalam keyakinan kita yang disebutkan dalam hadis bahwasanya dosa itu menjadi penghalang rezeki, hingga ada pesan dari Buya Yahya di kanal Youtube beliau Al-Bahjah TV, yang berbunyi, “Jadilah orang dermawan maka Allah akan berikan, dan jangan memutus tali silaturahmi. Dua itu amalkan.” Buya juga menyarankan untuk tidak melakukan 2 dosa (pelit dan memutus silaturahmi) tersebut untuk mendapat rezeki yang lebih.

4.      4. Perbanyak istigfar. Allah maha pengampun. Ustaz Hanan Attaki mengatakan bahwa dengan satu istighfar saja, Allah bisa menghapus seluruh dosa kita sebagaimana pembunuh 100 orang bertobat dan menjadi ahli surga, dan dengan memperbanyak istigfar kita bisa menjadi lebih dekat dengan Allah.

“Pasrahkan semua kepada Allah, biarkan Allah menjalan skenarionya”. Kita hanyalah makhluk dari Sang Maha Kuasa, patutkah menyombong dan mengandalkan kekuatan sendiri untuk menggapai sesuatu? Meminta sukses itu akan didahului dengan masalah sebagai ujian karena itu metupakan pemintaan yang sepaket.

“Di saat sulit, tidak ada yg membantu kecuali Allah. Saat ditimpa musibah tidak ada yang mampu menyelesaikannya sampai benar-benar selesai selain Allah”.

 

Muhammad Nur Wahid

Mahasiswa International University of Africa

Tidak ada komentar