Terhangat

Murid Sudan Antusias Belajar Bahasa Indonesia dalam Acara Baksos PPPI Sudan

 

Sumber : Dokumentasi Pribadi

          PPPI (Persatuan Pelajar Putri Indonesia) Sudan adakan aksi mengajar dan bakti sosial pada Kamis (20/12) kemarin dengan tema “Charity in Diversity” yang digelar di wilayah tertinggal Soba Arodhi, Sudan. Acara sosial yang mampu menghimpun dana hingga Rp. 15. 902. 000,-  dalam kurun waktu sekitar dua minggu dari para donatur ini merupakan salah satu program unggulan dari beberapa program PPPI Sudan. Uniknya acara mengajar dan bagi-bagi sembako di salah satu sekolah yang merupakan program dari Departemen Sosial (Depsos) PPPI Sudan ini diadakan ketika kondisi kemananan Sudan sedang tidak stabil, bertepatan dengan berita adanya pemutusan jaringan internet dan demonstrasi skala besar di hari tersebut.

“Memang benar kalau acara bakti sosial PPPI Sudan diadakan saat adanya pemutusan jaringan internet dan berita demonstrasi. Ada opsi untuk mengundur acara di hari setelahnya. Namun di hari sebelumnya, kita sudah menelepon pihak sekolah, setelah mendapat konfirmasi kalau keadaan disana aman dan tidak ada masalah yang berdampak dari gejolak politik yang ada. Bismillah. Kita berangkat.” kata Malla Himmah Ulya, selaku ketua PPPI Sudan, saat penulis mengadakan wawancara.

         Adapun target sasaran dari aksi mengajar dan bakti sosial ini adalah salah satu Sekolah Dasar (SD) Madinah Al-Khairiyah Lil Banat yang terletak di kawasan Soba Arodhi. Dimana sekolah tersebut harus menampung murid dengan kapasitas 800 siswi dalam 6 ruang kelas dan jumlah pengajar yang terbatas. Selain itu kawasan sekolah ini terletak di pemukiman yang tidak mendapat akses air bersih dan listrik sehingga kebutuhan air untuk penghuni sekolah dilakukan dengan cara membeli.

            “Tidak ada air bersih. Jadi mereka harus beli air dari dirijen penjual air yang biasanya diangkut dengan keledai. Nanti air itu ditaruh di kendi. Kemudian digunakan untuk keperluan seluruh penduduk sekolah.” tutur Malla Himmah.

          PPPI Sudan lewat program sosialnya ini tak hanya membagikan sembako, melainkan juga berbagi 1000 alat tulis untuk seluruh siswi yang berada disana, pakaian layak pakai, dan juga mengajar. Untuk poin terakhir, hal tersebut merupakan iktikad baik PPPI Sudan untuk berbagi metode pembelajaran yang lebih modern dan asyik kepada para guru dan murid. Metode yang asyik ini dinilai berhasil melihat antusiasme para murid saat para anggota PPPI Sudan yang ikut kegiatan ini mengajar mereka di ruang kelas.

        Dalam kesempatan ini, selain mengajarkan Al-Qur’an dan pelajaran Bahasa Inggris, PPPI Sudan juga mengajarkan Bahasa Indonesia kepada para murid Sudan yang disambut antusias dan semangat oleh mereka.

            “Dalam aksi tersebut kita sekalian mensyiarkan Bahasa Indonesia. Kita kenalin mereka kosa kata basic yang ada di Bahasa Indonesia, kayak misalnya, gimana perkenalan pakai Bahasa Indonesia. Ternyata mereka antusias banget, sampai bisa ngucapin kata ‘terima kasih’ pakai Bahasa Indonesia aja, mereka ulang-ulang kosa kata itu. Kayak mau di mutqinin gitu.” kata Annisa Dinul Sholihah, selaku Koordinator Departemen Sosial PPPI Sudan.

          Hal ini diakui juga oleh ketua PPPI Sudan, Malla Himmah Ulya, terkait antusiasme para murid ketika PPPI Sudan memperkenalkan Bahasa Indonesia kepada mereka, kendati ada beberapa kendala karena perbedaan logat yang menyebabkan mereka sedikit sulit melafalkan, “Adanya program ini disambut antusias oleh guru-guru, penjaga sekolah, dan murid-muridnya. Seneng banget. Apalagi waktu pelajaran Bahasa Indonesia.” katanya.

             Acara Baksos ini ditutup dengan makan indomie bersama. Perusahaan Indomie membuka stand di wilayah sekolah dan membawa peralatan masak untuk menghidangkan indomie matang pada seluruh penduduk sekolah. Harapannya acara ini bisa menumbuhkan kepedulian sosial dari masyarakat Indonesia dan memberikan dampak positif yang bermakna bagi penduduk sekitar.

       Sebelumnya PPPI Sudan juga mengadakan program pelatihan kepemimpinan, wirausaha, dan kajian intensif. Semoga setiap program kerjanya selalu bisa memberikan dampak positif terkhusus pada setiap perempuan dan masyarakat pada umumnya. Aamiin. 

 

Faradilla Awwaluna Musyaffa'

Mahasiswa Internasional University of Afrika

Tidak ada komentar