Terhangat

Trauma, Dampak Emosional Kejadian Buru

 

Sumber: Pinterest

Beberapa hari lalu mahasiswi International University of Africa yang berdomisili di asrama dihebohkan dengan kejadian kebakaran yang terjadi di salah satu kamar asrama. Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran yang berkepanjangan bagi penduduk asrama, mereka menjadi sangat awas dan waspada dalam melakukan sesuatu yang berhubungan dengan listrik dan api, terlebih bagi para korban yang tertimpa musibah tersebut. Pasalnya, kejadian serupa terhitung telah terjadi 2 kali di gedung yang sama pada tahun ini.

           Tak jarang, kekhawatiran berkepanjangan muncul akibat adanya suatu kejadian yang menimpa. Peristiwa buruk yang terjadi, sangatlah mendasari adanya kekhawatiran tersebut, bahkan bisa mencapai rasa takut yang berlebih, sehingga membuat orang yang mengalaminya merasa tidak nyaman dan tidak aman. Kondisi tersebut yang biasa dikenal dengan istilah trauma.

           Trauma sendiri merupakan dampak emosional akibat kejadian buruk yang telah dirasakan. Dilansir dari ecmhc.org, trauma merupakan pengalaman emosional yang ditandai dengan ketidakmampuan untuk mengingat memori kejadian buruk di masa silam. Biasanya, kejadian-kejadian buruk yang bisa menimbulkan trauma adalah kejadian-kejadian yang bisa megancam nyawa. Namun, situasi yang menyebabkan kewalahan dalam perasaan tertentu atau justru malah merasa terpinggirkan juga bisa menjadi penyebab trauma. Selain kejadian buruk yanga dirasakan, trauma juga bisa disebabkan karena adanya masalah pada pengalaman personal hingga kekacauan lingkungan yang tidak dapat dihindari. Hanya saja, kejadian yang telah dialami tidak bisa menjadi tolak ukur dari perasaan trauma, tetapi dapat diukur dari bagaimana cara menerima dan menanggapi sebuah peristiwa tersebut. Bisa diartikan, dua orang yang berbeda dalam satu kejadian yang sama, hanya satu dari mereka yang merasakan trauma. Kesehatan fisik dan mental, serta dukungan dari orang-orang sekitar juga mempengaruhi respon dalam menghadapi kejadian traumatis.

Tanda-tanda seseorang mengalami trauma

           Respon yang dilakukan setiap orang dalam menerima dan menanggapi suatu kejadian berbeda-beda, maka tanda-tanda seseorang mengalami trauma pun juga berbeda-beda, mulai dari gejala fisik hingga psikologis. Tanda-tanda yang terjadi merupakan hal yang wajar, karena merupakan bagian dari proses alami tubuh untuk pulih dari trauma yang dirasakan.

           Seseorang yang merasakan trauma, biasanya akan mengalami beberapa tanda dan reaksi, bisa berupa rasa sedih yang mendalam, emosional yang berlebih, cemas dan stres, rasa khawatir terhadap sesuatu yang ada di sekitarnya, lelah secara fisik, sangat melindungi siapa pun yang ada di sekitarnya, sampai rasa takut untuk bepergian karena khawatir akan terjadi sesuatu pada dirinya.

           Umumnya, perasaan trauma dan tanda-tandanya juga bisa dihilangkan, dan bahkan juga bisa hilang dengan sendirinya karena ada dukungan dari pihak luar. Namun sayangnya, jika tidak diatasi dengan segera, dari diri sendiri ataupun dari pihak luar, akan ada beberapa efek yang disebabkan akibat trauma yang semakin parah seperti; depresi, gangguan kecemasan, hingga kecanduan rokok, alkohol, dan obat-obat terlarang.

Cara mengatasi trauma

           Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi trauma, di antaranya adalah;

1.    Terapi

Cara ini dianggap ampuh untuk mengatasi trauma pada diri sendiri jika sudah tidak mampu diatasi sendiri atau bantuan orang-orang terdekat. Terapi ini dapat dilakukan dengan menjalani psikoterapi atau terapi psikologi. Namun dari terapi yang disuguhkan juga terdapat beberapa hal yang ditawarkan sebagai metode penyembuhan, bisa berupa bentuk penerimaan dan mengevaluasi terhadap kejadian traumatis yang dialami (cognitive herbavioral therapy) atau terapi yang memfokuskan terhadap sensasi yang dirasakan tubuh atas kejadian penyebab trauma (somatic experiencing).

2.    Penggunaan obat-obatan

Selain terapi, trauma juga bisa diatasi dengan penggunaan obat-obatan kimia. Namun obat-obatan yang dipakai haruslah dengan resep dari dokter dan bukan atas keinginan pribadi.

3.    Tindakan mandiri di rumah

Dari beberapa hal yang disuguhkan untuk mengatasi trauma, poin terakhir menjadi cara yang paling diminati oleh semua kalangan. Selain lebih mudah, kita juga lebih tahu apa yang harus dilakukan untuk mengatasi ketakutan yang dirasakan atas trauma. Ada banyak sekali hal-hal yang bisa kita lakukan untuk mengatasi trauma, bisa berupa olahraga secara teratur, istirahat yang cukup, mengonsumsi makanan bernutrisi, mengunjungi tempat-tempat rekreasi, tidak menutup diri, dan tetap bergaul serta berkomunikasi dengan orang lain.

           Dalam keadaan dan kondisi bagaimana pun, perasaan trauma akan menjangkit jika ada kejadian-kejadian traumatis yang dirasakan. Penerimaan dan penyikapan secara bijak akan mampu meminimalisir perasaan trauma yang mungkin bisa terjadi. Tetap jaga kesehatan fisik dan mental ya, sobat El-Nilein!

 

 

Nailul Rahmatul Muwafaqoh

Mahasiswa International University of Africa


Tidak ada komentar