Terhangat

Surah Al-Ikhlas, yang Tidak Ada Kata Ikhlas di Dalamnya

 


Kalau kita baca dan kita teliti, hingga matahari terbit dari barat agak ke selatan pun, kita tidak akan menemukan kata ikhlas di dalamnya. nama yang melekat pada surah-surah dalam Al-Qur'an setidaknya ada beberapa kriteria. 

Pertama; nama yang diambil dari kata yang terdapat ayat dalam surah tersebut. Seperti surah Yaasin dan surah Adh-Dhuha yang namanya diambil dari awal ayat di awal surah. Ada yang diambil dari tengah ayat seperti surah  Asy-Syarh dan yang diambil dari kata di akhir ayat seperti surah ke-113 dan ke-114, surah terfavorit di muka bumi Muslim milenial masa kini An-nas dan Al-Falaq.

Kedua; surah yang diberi nama dengan esensi yang melekat pada isi surah tersebut. Secara lafadz kita tidak akan menemukan kata ikhlas dari seluruh ayat dalam surah Al-Ikhlas, namun jika dikaji lebih dalam isi dari surah tersebut intinya memang ikhlas.

Ikhlas asal katanya kholasa (خلص) yang artinya bening, bersih, tidak tercampur oleh sesuatu apapun. Dan subjeknya yang bisa mengacu pada orang atau benda disebut kholis (خالص).

Dalam surah An-Nahl ayat 66,

وَاِنَّ لَكُمْ فِىْاَنْعَامِ لَعِبْرَةً ۚ نُسْقِيْكُمْ مِّمَّا فِيْ بُطُوْنِهٖ مِنْۢ بَيْنِ فَرْثٍ وَّدَمل

لَّبَنًا خَالِصًا سَاۤىِٕقا لِّلشّٰرِبِيْن   

Yang artinya: "Dan sungguh, pada hewan ternak itu benar-benar terdapat pelajaran bagi kamu. Kami memberimu minum dari apa yang ada dalam perutnya (berupa) susu murni antara kotoran dan darah, yang mudah ditelan bagi orang yang meminumnya."

Dalam ayat di atas disebutkan bahwa dalam perut binatang ternak terdapat dua saluran, yang pertama saluran yang isinya kotoran dan saluran satunya berisi darah, di antara keduanya ada susu. Kata kholis ingin menunjukan bahwa meskipun susu berada di antara dua saluran yang lain ketika kita memerahnya tidak tercampur sedikitpun susu itu dengan kotoran maupun darah. Murni tanpa ternoda sedikitpun. Dan saat kita meminumnya pun, bisa tercerna dengan begitu baik.

Jika kita ingin menghilangkan sebuah campuran sehingga kita bisa mendapatkan hal yang murni, kita tambahkan hamzah (أ) di depan kata kholasha (خلص). Dalam ilmu Sharf hamzah di awal fungsinya sebagai izalah yaitu untuk menghilangkan campuran yang lain sehingga menjadi murni dan ketika sudah dihilangkan dan bersih semua maka berubah menjadi sifat atau mashdar yaitu Ikhlas (إخلاص).

Ketika kita khususkan pada hal tertentu seperti untuk menyembah Allah yang hanya satu-satunya tanpa yang lain. Tambahkan alif dan lam (ال) di depannya hingga menjadi (الإخلاص). Karena ketika kita membaca surah Al-Ikhlas, maka surahnya hanya merujuk pada Tuhan yang satu, Allah. Tak ada Tuhan yang lain. Hanya Dia satu-satunya.

 

Amatullah Amalia Nur Santoso

Mahasiswa Omdurman Islamic University

Tidak ada komentar