Terhangat

Sabda Serpihan

 

Sumber: Pinterest

Di ujung kota-kota peradaban
Dulu berdiri megah istana mewah
Lembah-lembah manusia saling menyapa
Kini, hancur dalam hitungan detik
Tepat pada tembok reruntuhan
Terhampar merah darah berserakan

Negeri tandus yang terjajah
Terisolasi, terkungkung, terbelenggu di rumah sendiri
Dunia pun acuh menyaksikannya
Jarak batas hidup dan mati
Hanya berotasi dalam angka
Dekat bagai denyut urat nadi

Tuhan merangkai sajak takdir
Namun, akal karam memahami tafsir bait-Nya
Air mata tak kuasa melantunkan senandung ratap
Kening basah bersujud dalam kubangan darah
Sabar kawan! Walaupun hatimu nestapa

Damai! Pinta seorang anak yatim piatu
Aku merasakan retak tiap jiwa _Palestinian_
Mendengar dentuman kehancuran
Memperhatikan roda-roda ambulan yang lalu lalang
Aku ingin sekali peduli seperti mereka
Tapi apalah aku, hanya serpihan dari bangunan


Toni Suhendra 
Mahasiswa Gabra Scientific College


Tidak ada komentar