Terhangat

Kota Istanbul Jantung Peradaban

 

Sumber: Pinterest

Saat mendengar nama Istanbul, hati ini berhenti sejenak membayangkan suasana nyaman, romantis, dan keindahan tepi laut yang mengelilinginya. Serta kekayaan budaya yang melekat di dalamnya, menjadi megnet bagi para pelancong dari seluruh belahan dunia untuk datang berkunjung menikmati keindahannya. Di samping letaknya yang strategis karena memilki wilayah di dua benua yang berbeda yaitu Asia dan Eropa, Istanbul juga menawarkan banyak objek wisata mulai dari wisata klasik, seperti museum-musem peninggalan sejarah peradaban Turki, hingga yang modern seperti menikmati panorama Selat Bosporus menggunakan kapal pesiar. Rasa kagum pun menyelimuti alam pemikiran saya yang baru pertama kali menginjakkan kaki di Turki. Berbekal smart phone yang baru saya beli sehari menjelang keberangkatan ke Turki tak henti-hentinya kamera ini mengabadikan setiap momen serta tempat yang saya singgahi.

Sebagai permulaan trip di Turki, hal pertama yang saya lakukan adalah mengunjungi simbol kejayaan Bangsa Turki yaitu Kota Istanbul. Dulu, kota ini bernama Byzantium pada abad Yunani sebelum abad ke-6 sebelum Masehi. Lalu pada abad ke-4 setelah Masehi berubah nama menjadi Konstantinopel yang diambil dari nama seorang kaisar Romawi yaitu Kaisar Konstantine, pada saat itulah kota ini menjadi ibu kota Romawi Timur. Dalam sejarah disebutkan bahwasanya Kota Konstantinopel ini memiliki tembok yang sangat kuat, sehingga sulit untuk diruntuhkan. Bahkan dari Dinasti Usmani yang berkali-kali mencoba untuk merobohkannya belum juga bia, hingga kepemimpinan Sultan Mehmet 2 atau yang biasa disebut dengan Mehmet Al-Fatih yang masih berumur 20 tahun berhasil merobohkan benteng tersebut.

Setelah Konstatinopel runtuh, akhirnya dirubah namanya menjadi Istanbul yang juga diadopsi dari bahasa Yunani, yang berarti “pusat kota”. Saat itu pula, gereja-gereja dialihfungsikan menjadi masjid. Namun ada juga versi lain yang mengatakan, bahwa Istanbul dahulunya bernama Islambul yang berarti “Islam seluruhnya”. Setelah penaklukan Konstantinopel, Sultan Al-Fatih membangun sebuah masjid dan ia mengabadikan namanya dalam masjid tersebut, sehingga masjid tersebut bernama Masjid Al-Fatih.

Sejarah panjang Bangsa Turki memang menarik untuk dipelajari dan digali secara mendalam. Karena di tanah ini, pernah berdiri dua peradaban besar yang mewarnai kultur dan budaya Turki yaitu; peradaban Romawi dan Islam. Semua itu tergambar jelas dalam corak dan arsitektur bangunan-bangunan yang memiliki perpaduan antara peradaban Romawi dan Islam. Seperti misalnya desain masjid-masjid yang hampir seluruh modelnya sama dan yang membedakan hanyalah jumlah menaranya, ada yang hanya memiliki satu menara, ada juga yang dua, empat, hingga enam menara. Termasuk juga ukuran bangun dari yang kecil seperti musala hingga yang paling besar dan memiliki pelataran yang luas.

Kota Istanbul merupakan kota dengan penduduk terpadat di Turki, yaitu sekitar 18 juta jiwa yang tersebar di dua wilayah, yaitu Istanbul Eropa dan Istanbul Asia. Jarak antara wilayah Eropa dan Asia hanya dibatasi oleh sebuah selat yang bernama Selat Bosporus. Istanbul juga pernah menjadi ibu kota Turki sebelum pindah ke Kota Ankara pada tahun 1950. Walaupun secara wilayah terbagi ke dalam dua benua, namun secara keseluruhan 97% wilayah Turki berada di benua Asia, dan hanya 3% yang berada di wilayah Eropa.

Untuk bisa menyeberangi Selat Bosporus ini kita harus menyeberangi sebuah jembatan besar bernama jembatan Bosporus yang menghubungkan antara Istanbul Asia dengan Istanbul Eropa. Selain itu, untuk menikmati indahnya panorama Selat Bosporus kita juga dapat menaiki kapal feri yang akan mengantarkan kita berkeliling sekitar Selat Bosporus. Di sana akan kita dapati, pemandangan indah bukit-bukit yang terdiri dari gedung-gedung serta masjid-masjid dengan menara yang menjulang tinggi. Untuk menaiki kapal ini, kita hanya perlu menyensor kata Istanbul kart kita, maka secara otomatis saldo kita akan berkurang dengan hanya membayar kurang lebih 5 TL kita sudah bisa menaiki kapal ini.

Di Istanbul sendiri, banyak sekali objek tujuan wisata yang bisa kita kunjungi, seperti; museum-musem, ziarah makam para sultan Turki, kafe-kafe khas Turki, dan lain-lain.

Namun, dari sekian banyak objek wisata, hanya ada satu yang menjadi andalan utama tujuan wisata yaitu, masjid Hagia Shopia. Karena rasanya belum afdal jika jauh-jauh pergi ke Turki, tetapi tidak mengunjungi masjid Hagia Shopia.

 

Falah Aziz

Mahasiswa International University of Africa


1 komentar: