Terhangat

KBRI Khartoum Adakan Vaksinasi Perdana untuk WNI

Sumber : Dok. Pribadi

    KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia) Khartoum adakan vaksinasi untuk Warga Negara Indonesia yang ada di Sudan pada Senin (27/9) hari ini. Adapun kegiatan vaksinasi ini merupakan kegiatan perdana yang diinisasi KBRI yang dibuka untuk WNI pada umumnya, dan bentuk respon KBRI pada keresahan para WNI yang menginginkan vaksinasi namun terhambat beberapa kendala, salah satunya para WNI yang menginginkan vaksin namun menunggu vaksinasi yang dilaksanakan resmi langsung oleh KBRI karena alasan keamanan, dan kepengurusan kartu dan sertifikat vaksin yang lebih mudah.

    Dalam kesempatan ini KBRI Khartoum bekerja sama dengan PPI Sudan (Persatuan Pelajar Indonesia Sudan) untuk mengajak masyarakat Indonesia melaksanakan vaksinasi yang bertempat di Gedung KBRI Khartoum. Ada 60 kuota yang disediakan oleh KBRI untuk vaksinasi WNI pada hari ini.

Sumber : Dok. Pribadi

     “Jadi awalnya KBRI melakukan kerja sama resmi dengan salah satu rumah sakit yang ada di Sudan dan mendapatkan lima puluh dosis vaksin dari Pemerintah setempat. Tapi Alhamdulillah kuota ditambah menjadi 60 dosis vaksin yang diberikan pada kita.” kata Muhammad Mufid, selaku Wakil Presiden PPI Sudan dalam kesempatan wawancara.

   PPI Sudan hadir dalam kegiatan vaksinasi ini terutama dalam penyebaran informasi, pendataan, transportasi, dan koordinasi langsung pada peserta. Respon baik didapatkan dari para WNI terkait dengan kegiatan vaksinasi ini. Muhamad Mufid yang juga menjadi salah satu narahubung mengungkapkan bahwa kuota sudah penuh dalam jangka waktu 40 menit setelah berita acara vaksinasi disebar, “Itu pun masih ada banyak orang yang bertanya hingga pagi hari.” tuturnya.

     Respon baik dari para peserta vaksin ini pun mendapat tanggapan dari Dery Putera Iskandar, selaku KUAI (Kuasa Usaha Ad Interim) KBRI Khartoum, beliau menuturkan bahwa terkait dengan adanya vaksinasi gelombang kedua, KBRI Khartoum akan mengusahakan walaupun tidak sepenuhnya menjanjikan karena dosis vaksin di Sudan yang terbatas dan masih dominan diprioritaskan pada warga setempat.

Foto Kru Elnilein bersama Dery Putera Iskandar, selaku KUAI  KBRI Khartoum
Sumber : Dok. Pribadi

      Kegiatan vaksin ini dimulai sejak pukul 08.00 CAT hingga 13.00 CAT. Para peserta vaksin langsung diarahkan ke ruang antrian dengan prosedur kesehatan dan diadakan pendataaan ulang untuk kemudian setiap orang dibagikan nomor sesuai data, selanjutnya para peserta menunggu antrian untuk dilaksanakan vaksin sesuai nomor urut yang ada. Dalam kesempatan ini KBRI Khartoum juga membagikan makanan ringan, minuman, dan sarapan pada setiap peserta yang mengikuti vaksinasi hari ini.

    Vaksin yang digunakan dalam kesempatan kali ini merupakan vaksin Janssen sebagaimana dikutip New York Times menawarkan perlindungan yang kuat pada Covid-19 dengan sekali suntikan, berbeda dengan vaksin lainnya yang butuh hingga dua kali penyuntikan. Vaksin jenis ini juga dapat disimpan selama tiga bulan pada suhu lemari es yang membuat vaksin ini cocok untuk digunakan di negara dan lokasi yang mungkin tidak memiliki akses penyimpanan di freezer atau penyimpanan ultra-dingin yang dibutuhkan oleh vaksin lain.

      Kendati demikian vaksin Janssen memiliki beberapa efek samping. Adapun kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) lokal yang umum terjadi diantaranya nyeri, kemerahan, dan pembengkakan. Sementara KIPI sistematik yang umum terjadi adalah sakit kepala, rasa lelah (fatique), nyeri otot (myalgia), mengantuk, mual (nausea), muntah, demam (pyrexia), hingga diare. Untuk itu setelah acara vaksinasi selesai pihak KBRI Khartoum tak lupa menyampaikan jika ada keluhan demam melebihi suhu 39 derajat atau gejala-gejala tidak wajar lainnya, diharapkan para peserta vaksin segera menghubungi pihak KBRI.

      Nah, menurut penuturan beberapa mahasiswa Indonesia di Sudan yang sudah vaksin, sejauh ini efek yang mereka rasakan berbeda-beda tiap personal mulai dari pusing, mual, meriang, demam, hingga mudah lapar.  Nah, Sobat El-Nilein sudah vaksin belum? Kalau sudah, efek samping bagaimana yang sudah dirasakan? Jaga Kesehatan terus, ya!


Faradilla Awwaluna Musyaffa'

Mahasiswa Internasional University of Afrika

Tidak ada komentar