Terhangat

Akhirnya, Pemerintah Arab Saudi Membuka Umrah

Sumber : CNN Indonesia

    Selama satu setengah tahun lamanya Arab Saudi ditutup dari jemaah haji maupun umroh akibat pandemi Covid-19. Akhirnya, Saudi Press Agency (SPA) melaporkan bahwa Arab Saudi menerima jemaah umrah dari luar negeri mulai 10 Agustus besok dengan tetap menjaga langkah pencegahan Covid-19. Kabarnya, Saudi akan membuka kapasitas jemaah sebanyak 60.000 orang perbulan dan akan meningkat hingga dua juta orang perbulan, tergantung situasi dan kondisi yang memungkinkan.

    Presiden Kepala Umum Urusan Dua Masjid Suci, Abdul Rahman Al-Sudais, tengah memberikan arahan kepada seluruh anggota koalisi yang berkompeten untuk menyiapkan penerimaan jemaah umrah. Ia juga mengarahkan para panitia umrah untuk melakukan tindakan pencegahan di Masjidilharam dan Masjid Nabawi seperti pelaksanaan haji pekan lalu.

    Tentunya, jemaah umrah harus memenuhi beberapa persyaratan yang diajukan oleh pemerintah Arab Saudi, yaitu harus menyertakan sertifikat vaksinasi Covid-19 resmi dari pemerintah masing-masing negara. Dan hanya empat jenis vaksin yang diakui, yaitu Pfizer, Moderna, AstraZeneca, dan Johnson & Johnson.

    Bagi mereka yang telah melakukan vaksin selain empat yang telah disebutkan maka diharuskan menerima suntikan booster dari empat vaksin tersebut. Selain itu, pemerintah Arab Saudi juga memberlakukan batasan usia calon jemaah, yaitu 18 s.d 60 tahun. Sedangkan khusus bagi warga Saudi sebelum usia 70 tahun.

    Media Haramain Sharifain, Arab Saudi memberikan laporan bahwa Kementerian Umrah dan Haji Arab Saudi mengizinkan kedatangan jemaah umrah dari hampir seluruh negara jalur penerbangan. Di antara negara yang belum diizinkan masuk Arab Saudi, yaitu: Indonesia, Turki, Afrika Selatan, Mesir, India, Pakistan, Brasil, Libanon, dan Argentina.

    Bagi sembilan negara tersebut diizinkan melaksanakan umrah dengan beberapa persyaratan, yaitu mereka harus berkenan menjalani karantina 14 hari di negara lain (atau negara ketiga) sebelum mendarat di Arab Saudi. Pemerintah Arab Saudi memberlakukan persyaratan tersebut kepada negara-negara dengan penularan Covid-19 tinggi.

    Pemerintah Arab Saudi bisa saja menerima jemaah Indonesia tergantung perkembangan dan kondisi pandemi di Indonesia. Selain itu, vaksinasi yang telah mencapai 70 persen dan kondisi pandemi yang membaik akan menjadi petimbangan pemerintah Arab Saudi. Oleh karena itu, Ketua Komisi VIII, Yandri Susanto, meminta kepada Pemerintah Indonesia agar dapat melobi Pemerintah Arab Saudi sekiranya mencabut penangguhan izin masuk ke Arab Saudi. Di antara tindakan yang dapat dilakukan Pemerintah Indonesia adalah meyakinkan Pemerintah Arab Saudi bahwa Indonesia telah menangani pandemi Covid-19 dengan baik.

    “Ya, kita harus meyakinkan pihak Saudi bahwa penanganan Covid-19 sudah baik karena Saudi belum mencabut larangan terbang tentu alasan utamanya Covid-19 di Indonesia masih belum ditangani dengan baik,” katanya.

    (Plt) Direktur Jenderal Penyelenggaran Haji dan Umrah, Khorizi, menyampaikan imbauannya agar jemaah umrah dari Indonesia diperbolehkan memasuki wilayah Arab Saudi.

    “Ban (larangan) itu dibuka sangat tergantung bagaimana kondisi penanganan Covid-19 di Indonesia, maka saya mengajak kita semua, tanpa terkecuali, dan khusus calon jemaah umrah, untuk berpartisipasi membantu penanganan Covid-19,” ucapnya.

 

Lukman Al-Khakim

Mahasiswa University of The Holy Quran and Islamic Science

Tidak ada komentar