Terhangat

3 Kesalahan Orang Pintar

Sumber: Jalanpisang.com

 

Tulisan saya kali ini, akan membahas sebuah video yang dirilis oleh mantan direktur dari TVRI, Helmy Yahya. Lewat kanal Youtube-nya, sekarang dia banyak berbagi seputar pengetahuan dari berbagai macam genre, bisnis, mode, dan lain-lain.

Kali ini tema yang diangkat berhubungan dengan sebuah etika dari seorang atasan atau leader yang mana dalam memimpin organisasi, instansi, hingga perusahaan bisa dilihat dari kinerja dan sikapnya. Helmy juga menyampaikan beberapa poin yang dianggap krusial dan sering dilakukan oleh leader sehingga berimplikasi pada bawahannya atau anak buahnya. Berikut kilasannya:

Kenapa orang-orang sukses, orang-orang kaya, pemimpin perusahaan, instansi-instansi hebat, belum tentu lulusan dari sekolah terbaik?

Ini mungkin sedikit menyentil bagi mereka yang kebetulan lulusan dari kampus-kampus top dalam negeri maupun luar negeri. Tapi inilah beberapa fakta yang memang banyak kita lihat. Bahkan Rober Kiyosaki, pernah menulis buku dan mengatakan, “Kenapa Mahasiswa yang lulus dengan nilai A justru bekerja kepada mahasiswa yang lulus dengan nilai C (biasa-biasa saja)?”  Helmy mengidentifikasi ada beberapa masalah kenapa hal ini bisa terjadi.

Paling tidak ada 3 poin kesalahan yang sering dilakukan oleh orang pintar:

  1. Orang pintar tidak percaya orang lain. Orang yang memberikan masukan akan melihat watak orang sebelum mengambil keputusan. Jika kita tidak mempercayai orang lain, maka tidak akan dipercaya orang lain. Padahal untuk menjadi pemimpin kita harus dan wajib mempercayai orang lain. Manajemen adalah proses melakukan dan mencapai sesuatu melalui orang lain. Makin banyak orang yang bisa di-manage, semakin bagus nilai orang tersebut sebagai manajer.
  2. Orang pintar itu cenderung sombong. Inilah persoalan yang sering kita didapati, maka tidak ada orang yang akan suka dengannya. Bagaimana kita jadi pemimpin kalau orang yang dipimpin tidak suka dengannya. Orang sombong itu juga tidak disukai sesama orang sombong lainnya.
  3. Orang pintar itu terlalu perhitungan. Terkadang menghitung tidak perlu memakan waktu yang lama, karena hal itu menyebabkan kesempatan yang sudah berada di depan kita akan hilang (gone), dan akan diambil orang lain. Siapakah yang mengambil? Yaitu orang yang dalam menghitung tidak terlalu jago tapi cekatan. Karena dalam berbisnis terkadang kita harus menggunakan intuisi.

Demikianlah beberapa poin yang bisa kita renungi bersama, agar kita bisa sedikit merubah pola yang sudah-sudah dan merubahnya dengan pola yang baru. Jadi, buanglah kesombongan kita, bergaullah dan hargailah semua orang, dan jadilah pribadi yang menyenangkan untuk profesi apa pun yang kita tekuni. Untuk bisa mencapainya, maka kita harus jadi orang yang menyenangkan. Ini adalah pelajaran hidup. Apalagi ketika kita terjun di masyarakat, kita akan lebih dilihat oleh orang banyak.

Kepintaran itu tidak hanya ditunjukan dengan prestasi akademik. Banyak orang yang bersekolah tidak terlalu tinggi, tetapi finansial dan emosinya cerdas. Bukan berarti kita tidak harus bersekolah, tetap kita harus bersekolah untuk mendapatkan pengetahuan sebagai fondasi.

Jadilah yang terbaik dari sekolah yang terbaik, tapi tidak boleh melakukan ketiga kesalahan tadi. Kepintaran anda ditentukan oleh bagaimana anda mengambil kesempatan secara terukur dan penuh dengan perhitungan.

Diringkas dari video Helmi Yahya.

 

Falah Aziz

Mahasiswa International University of Africa

Tidak ada komentar