Terhangat

3 Bumbu Indonesia Menjadi Rebutan Mahasiswa Sudan

 

Sumber: orami.co.id

Umumnya mahasiswa menginginkan hal yang simple dan tidak ribet, terutama urusan makan, sebab masih banyak urusan lainnya yang harus dikerjakan. Waktu bagi mahasiswa itu sangatlah berharga, sangat disayanghkan kalau waktunya hanya dihabiskan untuk urusan perut, padahal akal dan hati juga harus lebih diperhatikan lagi.

Tak jarang kita dapati mahasiswa yang terus menerus mengonsumsi indomie ataupun makanan siap saji lainnya, hal itu memang simpel dan menghemat waktu. Pilihan lainnya adalah memasak dengan bumbu-bumbu penyedap yang sudah diracik sedemikian rupa untuk diolah menjadi berbagai olahan makanan, atau hanya sekedar tambahan agar selera makan meningkat.

Pilihan yang demikian juga sudah banyak tersedia dalam kemasan sachet dengan harga yang lumayan terjangkau mulai dari lima ratus rupiahan. Hal itu tentu sangat mudah untuk kita dapatkan di warung-warung ataupun super market sekitaran kita, kalau kita berada dalam negeri.

Beda halnya kalau kita berada di luar negeri, tidak mudah untuk kita mendapatkannya, apalagi bumbu-bumbu sachet yang simpel. Makanya tak heran, kalau itu menjadi rebutan bagi para mahasiswa, termasuk mahasiswa Indonesia di Sudan yang sampai saat ini lebih dari seribu mahasiswa asal Indonesia yang menuntut ilmu di Negeri Dua Nil ini.

Hemat penulis, ada tiga bumbu sachet yang memang menjadi rebutan mahasiswa Indonesia di Sudan. Pertama, sambal terasi. Kedua, bumbu indomie. Ketiga, bumbu royco.

  1.  Sambal Terasi

    Makanan penyedap ini dibuat dari cabai, garam, tomat, dan terasi yang ditumbuk kemudian dihaluskan. Sambal dengan bau yang khas ini, bisa langsung dimakan dngan nasi dan berbagai lauk-pauk. Sambal terasi yang siap saji juga sudah tersedia dalam bentuk sachet, pilih saja mau  ABC, Indofood, ataupun lainnya  dengan harga berkisar Rp.1500,- kalau sudah sampai Sudan tentu harganya akan jauh lebih tinggi.

  2.       Bumbu Indomie

    Indomie memang sudah lumrah menjadi makanan akhir bulan mahasiswa di Indonesia. Beda lagi di Sudan, indomie menjadi makanan sepanjang bulan. Indomie memang dapat ditemukan di Sudan, tetapi bumbu-bumbunya berbeda, lebih mantap bumbu dari Indonesia langsung. Makanya, ada saja mahasiswa yang membawa bumbu indomie ke Sudan untuk dijual lagi dengan harga yang lebih tinggi ataupun dimakan biasa. Selain dimasak langsung dengan mie, bumbu indomie juga bisa sebagai tambahan cita rasa masakan lainnya, tergantung selera Anda.

  3.       Bumbu Royco

    Bumbu penyedap produk Unilever ini, juga menjadi pilihan untuk mahasiswa yang suka memasak. Royco menjadikan masakan lebih gurih dan nikmat dengan berbagai varian produknya, diantaranya: Royco Ayam Bumbu Rujak, Nasi Goreng, Sup Krim, Kaldu Ayam, dan Kaldu Sapi. Bumbu ini sangat cocok untuk berbagai jenis masakan, dari tumisan,gorengan,hingga masakan berkuah. Harganya juga masih bersahabat, mulai dari lima ratus rupiah dan sekali lagi, tentu harga akan berbeda kalau sudah sampai Sudan. Selain itu Anda juga harus berhati-hati ya, jangan berlebihan mengonsumsinya, karena royco mengandung MSG atau micin.

Bumbu-bumbu penyedap tersebut bisa saja kita dapatkan dengan membelinya langsung di Indonesia kemuadian dititipkan kepada mahasiswa yang akan berangkat ke Sudan. Atau bisa juga dibeli di Sudan dengan harga yang sangat mahal, itu pun kalau ada yang menjualnya. Demikian semoga bermanfaat, tetap jaga kesehatan dan patuhi protokol. Jaga iman, jaga imun.

 

 

Ahmad Mufid

Mahasiswa Sudan

 


Tidak ada komentar