Terhangat

Arsène Lupin, “Si Pencuri Jatmika”

 

Sumber: pinterest

Arsène Lupin atau seorang pria yang bernama asli Arsène Raoul. Raoul Lupin merupakan tokoh pencuri legendaris dari Paris, tokoh fiksi yang diciptakan oleh penulis asal Prancis, Maurice Leblanc. Lupin sangat dipuja oleh para wanita bangsawan karena ia merupakan seorang pria terhormat, terpelajar, selalu berpenampilan elegan serta fasih dalam bahasa Latin dan Yunani.

Meskipun banyak sosok pencuri yang hampir serupa dengannya seperti Robin Hood, A.J Raffles (E. W. Hornun), Thief of Baghdad, Simon Templar/The Saint (Leslie Charteris), tetapi Lupin memiliki karakteristik, cara serta metode unik tersendiri untuk mencuri. Berikut adalah keunikan dari Lupin, tokoh ciptaan Maurice Leblanc;

  • Lupin digambarkan sebagai seorang yang patriotik, romantis, berani, menghargai diri sendiri, dan menghormati perempuan. Sifatnya yang karismatik bahkan mampu membuat wanita terlena walaupun ia mencuri dari wanita tersebut.

    She smiled also, and gave me a friendly glance as if she now understood that I was one of those gallant men with whom a woman can remain shut up for two hours in a little box, six feet square, and have nothing to fear. - Author: Arsene Lupin

  • Ia juga memiliki kemampuan menyamar yang sempurna, bahkan lebih baik daripada Sherlock Holmes. Kabarnya, karena seringnya menyamar, ia terkadang hampir lupa dengan bentuk wajah aslinya sendiri. Selain itu, ia juga suka menggunakan beberapa nama palsu seperti, Sernine dan Perenna, karena dengan memiliki identitas palsu ia dapat melakukan pekerjaan yang berbeda-beda, mulai dari pengelana terkenal hingga pensiunan jenderal. Dia terkadang menyamar sebagai detektif dan memecahkan banyak insiden misterius kemudian menjadi terkenal. Biasanya, ia membeli semacam kartu identitas dari orang yang tidak dikenal atau baru saja meninggal.

    You underestimated me. You didn’t look at me. You saw me, but you didn’t really look. -Assane diop –

  • Lupin merupakan sosok pencuri dengan ketertarikan khusus terhadap barang berharga dan karya seni, seperti perhiasan langka, lukisan dan benda-benda bersejarah. Dia mengambil benda-benda tersebut dari para pemiliknya yang kaya, namun tidak menghargainya. Arsene Lupin juga mewariskan cara serta metode pencuriannya pada para seniman “pencuri benda seni” untuk terus berkarya.

    Arsène Lupin, the eccentric gentleman who operates only in the chateaux and salons, and who, one night, entered the residence of Baron Schormann, but emerged empty-handed, leaving, however, his card on which he had scribbled these words: "Arsène Lupin, gentleman-burglar, will return when the furniture is genuine." -Maurice Leblanc, The Extraordinary Adventures of Arsène Lupin, Gentleman Burglar-

  • Arsène Lupin juga mencuri untuk alasan yang unik. Ia menganggap mencuri adalah suatu seni dalam menggunakan kecerdasan. Bagi Lupin, mencuri merupakan pemanfaatan potensi dan penyaluran hobi sekaligus seni. Ia juga menganggap mencuri sebagai salah satu cara bagi dirinya untuk menghargai benda seni dan antik.

    Arséne Lupin isn’t just a book. He’s my heritage. My method. My path. I am Lupin. -Assane diop-

Itulah Arsène Lupin, seorang pencuri barang-barang antik yang berpenampilan karismatik dan dikagumi para wanita. Mencuri dari orang-orang kaya hanya untuk mengasah potensi seninya (seni mencuri) dan untuk menunjukan bahwa ia mampu.

Beragam kisah Lupin diceritakan dari masa ke masa, mulai dari novel, komik, manga sampai film. Kisah menarik dari seorang pencuri berjulukan “Gentleman Burglar/Thief” ini, akan membuat pembaca atau penonton semakin terkesima dengan aksi-aksinya.

Kini kisah Arsène Lupin telah hadir dalam sebuah film berjudul “Lupin” di stasiun televisi Netflix. Lalu bagaimanakah perjalanan seorang bocah yang terinspirasi dari sebuah karakter fiksi untuk kembali menghidupkan Sang Maestro Seni Mencuri dari Prancis ini? Silakan nikmati film dari kisah pencuri terhebat dari Paris tersebut, dan pastikan untuk menjaga barang bawaan anda agar tidak menjadi korban dari Sang Maestro Seni Mencuri.

When Arsène Lupin said: What a pity that I am not an honest man! Please be carefully

 

Zaid Abdul Aziz

Mahasiswa International University of Africa

Tidak ada komentar