Terhangat

Lima Cara Adaptasi Berpuasa di Terik Panasnya Sudan


Sumber:Greeners.co

Oleh:Syuhada Abdi Ra’uuf*

Berpuasa di Sudan bukanlah suatu perkara yang mudah, banyak tantangan yang harus ditaklukkan. Suhu di siang hari yang mencapai angka empat puluh lima derajat celsisus, mati lampu yang kadang memakan waktu hingga sepuluh jam tiap harinya, atau bahkan durasi berpuasa selama empat belas jam. 

Namun seiring waktu berjalan, setiap makhluk hidup akan berusaha bertahan hidup atau beradaptasi terhadap tempat dan iklim daerah tersebut. Begitu juga dengan para manusia terpilih yang sedang merantau di Negara Sudan. So, kali ini kita akan membahas beberapa cara adaptasi dan langkah-langkah yang harus diambil untuk menangani beberapa masalah tersebut.

1. Mengambil posisi di depan Cooler

Posisi ternyaman saat udara bersuhu panas adalah berada di depan Cooler, udara yang sejuk dengan angin sepoi-sepoi siap menghipnotismu menuju alam kenyamanan. Bahkan kipas angin pun tak bisa menangani panasnya udara Sudan, karena kipas angin hanya memutar udara, berbeda halnya dengan Cooler yang menghembuskan udara yang telah didinginkannya.

2. Membasahi Kasur

Terdengar agak konyol memang, tak dapat dipungkiri saat lapar maka disitulah kantuk melanda dan untuk menemukan kenyamanan dalam tidur adalah sebuah komposisi yang penting. Bagi sebagian orang, ada yang terbiasa melakukan hal tersebut dengan cara mengguyur atau memercikkan kasur dengan air sebelum tidur agar merasa nyaman. Tak perlu khawatir akan Kasur yang basah atau genangan air di lantai kamar, karena air akan menguap seiring turunnya suhu yang panas.

3. Mandi dengan Air Es

Meletakkan es batu di dalam bak saat mandi terbukti efektif menurunkan suhu tubuh yang panas. Selain itu, air yang dingin juga berfungsi untuk menaikkan mood yang hancur, merelaksasi tubuh, dan menyegarkan pikiran. Kamu cukup meletakkan sebongkah es dalam bak selama lima menit sebelum mandi.

4. Berbelanja di Pagi dan Malam Hari

Berbelanja kebutuhan saat puasa memiliki tantangan tersendiri, apalagi jika harus berbelanja di pasar saat terik matahari tak bersahabat. Oleh karena itu, kamu dapat mengatasinya dengan cara berbelanja di pagi hari jika mengharuskanmu berbelanja di pasar atau di malam hari jika kebutuhamu dapat dibeli di swalayan terdekat.

5.  Menyimpan Air dan Listrik

Sudah menjadi rahasia umun jika mati lampu di Sudan hampir terjadi setiap hari, maka dari itu kamu harus menyiapkan beberapa langkah seperti menyimpan air di wadah atau ember dan juga menyimpan energi listrik di power bank-mu, dengan begitu kamu bisa menyalakan kipas portabel saat udara panas menghampirimu.

Begitu banyak cara adaptasi yang dilakukan untuk bisa bertahan hidup saat menjalani puasa Ramadan di Sudan. Sejatinya tak ada lagi yang namanya zona nyaman, karena saat seseorang berpindah zona maka di situlah dia akan berusaha untuk menemukan kenyamanannya. Jadi, tak perlu khawatir saat kamu berpindah zona, asalkan ada usaha untuk beradaptasi maka kamu akan menemukan hidupmu kembali. 


*Mahasiswa International University of Africa

Tidak ada komentar