Terhangat

Ini Alasan Mengapa Kamu Mudah Kesetrum Saat Musim Dingin!


Oleh Faradilla Awwaluna Musyaffa'

Assalamu’alaikum sahabat El-Nilein di mana pun berada. Hmm.. memasuki musim dingin yang kian hari semakin membuat badan menggigil, gejala rutin apa aja nih yang udah sahabat rasain? Kulit kering? Bibir pecah-pecah? Mimisan? Gampang kesetrum? Atau jangan-jangan semuanya udah dirasain?

Faktanya, walaupun menjadi perantau di negeri yang terkenal dengan sebutan ‘7 Matahari’ dengan suhunya yang ketika musim panasnya cukup ekstrem, rupanya musim dingin juga tidak melulu menjadi angin segar bagi orang-orang yang biasa hidup di negara tropis. Beberapa gejala seperti kulit kering, tumit kaki berdarah, mimisan, sampai... gampang kesetrum waktu nggak sengaja nyentuh benda-benda konduktor atau kulit orang lain pun ikut menjadi fenomena-fenomena yang dirasakan waktu musim dingin datang menghampiri.

Eits... Tapi pernah nggak sih sahabat berpikir? Kenapa sih kok bisa kita kesetrum waktu musim dingin? Apalagi di saat-saat tertentu nih, misalnya kita lagi beresin kasur pake telapak tangan, terus tiba-tiba muncul percikan listrik warna putih antara seprai dan telapak tangan kita, sampai muncul bunyi ‘pletak-pletak’ gitu. Atau nih contoh lain, waktu nggak sengaja nyentuh tangan teman, eh tiba-tiba kesetrum yang kadang bikin kaget sendiri.

So, ketika mengalami fenomena ini, buang jauh-jauh pikiran kalau kamu punya kekuatan super kayak superhero di TV yang bisa menggunakan percikan listrik itu untuk menyelamatkan bumi. Eakk... Jauh banget ngayalnya. Selamatkanlah bumi dengan cara lain, karena faktanya percikan listrik yang sering dikeluarkan oleh tubuh kita itu memang fenomena ilmu pengetahuan yang unik dan asyik buat dikaji. Bukan kekuatan super kayak superhero yang biasa kita lihat di TV.

Lantas bagaimana bisa hal semacam ini terjadi? Kalau sahabat masih ingat praktikum listrik statis yang pernah dicoba pas kita lagi SD ataupun SMP di mana kita disuruh menggosok-gosok rambut dengan balon hingga rambut kita jadi berdiri atau penggaris mika yang digosok ke rambut terus didekatkan ke sobekan kertas sampai sobekannya nempel ke penggaris. Nah fenomena ini jugalah yang terjadi dan menjadi alasan kenapa kita bisa kesetrum saat musim dingin!

Walaupun fenomena kesetrum ini nggak hanya bisa terjadi di musim dingin. Namun saat musim dingin intensitasnya menjadi tinggi. Nah lho kenapa bisa begitu? Itu karena saat musim dingin udara memiliki tingkat kelembapan yang rendah sehingga mengakibatkan udara tersebut kering. Nah udara yang kering ini memiliki sifat insulator yang tinggi yaitu sifat yang lemah dalam menghantarkan panas dan listrik. Semakin kering udara semakin tinggi pula sifat insulatornya sehingga menghalangi elektron untuk berpindah tempat. Oleh karena itu elektron jadi mudah menumpuk di suatu tempat, misal di tubuh kita, alhasil ketika kita menyentuh benda konduktor seperti gagang pintu yang terbuat dari besi terjadilah ‘PLETAK’ kesetrum. Fenomena kesetrum ini tak lain adalah fenomena perpindahan muatan listrik yang berbeda dari satu benda ke benda yang lain.

Penggunaan pakaian dengan bahan-bahan wol/rajut/nilon/polyester juga dapat meningkatkan kesetrum saat musim dingin. Hal ini karena benda-benda ini juga bersifat insulator yang memudahkan elektron numpuk di sana dan sulit berpindah. Karena sulit berpindahnya elektron ini, maka jangan salah ketika kulit kita yang berbeda muatan menyentuhnya terjadilah fenomena perpindahan elektron antara bahan-bahan tersebut dan kulit kita and then mengakibatkan kesetrum. Beberapa sumber merekomendasikan katun sebagai bahan pakaian yang recommended dipakai sat musim dingin karena dapat meminimalisir kesetrum sebab sifat insulatornya yang lemah dan cenderung netral dibanding wol dan kawan-kawannya.

Terus... kenapa dong pas jabat tangan orang kita juga kesetrum? Nah untuk yang satu ini sebagaimana kita tahu bahwa tubuh manusia sebenarnya merupakan suatu medan listrik alami di mana ia memiliki tiga elemen utama yaitu proton (positif), elektron (negatif), dan neutron (normal). Dalam keadaan normal tiga elemen ini sebenarnya akan memiliki jumlah seimbang. Namun sayang, di kondisi tertentu justru sebaliknya. Ada beberapa yang lebih dominan dan menimbulkan ketidakseimbangan.

Di antara ketiga elemen itu yang paling suka jalan-jalan alias mudah berpindah tempat adalah elektron. Ada orang yang kelebihan elektron maka dia akan mengantarkan muatan negatif. Sementara orang yang kelebihan proton akan gemar menerima elektron. Kelebihan atau ketidak seimbangan inilah yang menjadi awal kenapa kita kesetrum pas nggak sengaja bersentuhan dengan tangan orang lain.

Sebagaimana cowok tertariknya sama cewek dan magnet akan tarik-menarik jika didekatkan dengan kutub yang berbeda, muatan listrik juga begitu. Dia hanya akan bereaksi, dalam hal ini menimbulkan setrum, bila bertemu dengan muatan listrik yang berbeda pula.

Contoh, kebetulan tubuh kamu sedang memiliki elekton yang lebih banyak dan tak sengaja bersentuhan dengan kulit orang yang berada di sebelah kamu dan tiba-tiba ‘PLETAK’, kalian kesetrum. Itu artinya orang yang tidak sengaja kulitnya bersentuhan dengan kulitmu adalah orang yang tubuhnya sedang memiliki proton yang lebih banyak, hingga elektron di tubuhmu yang gemar ‘jalan-jalan’ itu tertarik untuk pindah ke kulit atau tubuh orang di sebelahmu yang protonnya lebih banyak. Mereka saling melengkapi. Elektron nggak akan diam diri kalau ketemu tempat yang lebih banyak protonnya kecuali ia akan pindah dan melengkapi. Yaa... walaupun kita harus ngerasain ‘proses saling melengkapi’ proton dan elektron dengan kesetrum dan terkejut sekali.

Dan di musim dingin seperti saat ini kulit kering, suhu dingin, dan beberapa jenis bahan pakaian juga menjadi penyebab ketidak seimbangan elemen listrik statis dalam tubuh kita. Musim dingin juga menyebabkan elektron mudah menumpuk di permukaan kulit. Itulah sebabnya kenapa kita justru sering kesetrum saat musim dingin. Sementara dikutip dari klikdokter.com kulit kering lebih mudah melepaskan elektron dibanding kulit lembab. Maka jangan heran kalau kita akan semakin mudah kesetrum saat kondisi kulit kita kering.

Untuk itu mencegah kekeringan kulit saat musim dingin dengan banyak minum air putih dan mengoleskan lotion bisa dicoba untuk meminimalisir kalian kesetrum satu sama lain saat musim dingin. Menghindari pakaian dengan bahan insulator seperti wol, polyester, rajut,  nilon, dan lain-lain serta menggantinya dengan bahan berbahan katun juga bisa meminimalisir kesetrum. Gunakan air humidifier atau alat pelembap udara yang bekerja menyemprotkan uap ke udara dan juga ampuh melembapkan udara dan mengurangi intensitas kekeringan udara yang kerap terjadi saat musim dingin. Terakhir pakailah alas kaki berbahan kulit atau memilih nyeker saat berada di dalam rumah juga dapat menghindari penumpukan muatan yang dapat mengakibatkan kesetrum.

Tetap jaga iman dan imun di musim dingin. Jangan karena alasan dingin jadi lalai sama kebersihan diri. Misal nggak mandi tiga hari wkwk. Dan ingat bahwa kalau ngerasa kesetrum saat musim dingin itu bukan kekuatan superhero kayak di TV. Itu kekuatan Allah yang menciptakan muatan-muatan proton, elektron, neutron di sekitar kita. Yang ada dan nyata walaupun kita nggak bisa melihatnya dengan mata.  

Wallahu A’lam bi Showab.

1 komentar:

  1. Masyaallah...jdi ini alasan nya
    Jdi nambah wawasan baru nih

    BalasHapus