Terhangat

Produktif di Masa Pandemi dengan Bercocok Tanam di Rumah

Oleh Riezky Kurniawan

Di masa pandemi seperti sekarang ini, kita jadi punya lebih banyak waktu luang yang bisa dimanfaatkan untuk mengasah berbagai kemampuan baru ataupun mencoba melakukan kegiatan-kegiatan baru yang belum pernah kita coba sebelumnya. Sayang sekali kan jika kesempatan ini dilewatkan, setidaknya kita harus punya satu atau dua kemampuan baru setelah pandemi ini selesai

Nah, salah satu kegiatan yang patut kamu coba adalah berkebun atau bercocok tanam di rumah. Berkebun atau bercocok tanam di rumah memiliki banyak sekali manfaat, lho, seperti menambah oksigen di sekitar rumah, menambah estetika, menurunkan stres, membantu mengurangi pemanasan global, menciptakan sumber makanan, dan masih banyak lagi. Oleh karena itu, kegiatan ini sangat baik untuk dilakukan. Kamu bisa mulai dengan mencoba menanam tanaman hias ataupun tanaman pangan yang hasilnya bisa untuk dimakan sendiri.

Tanaman-tanaman yang akan saya rekomendasikan di sini merupakan tanaman pangan seperti buah-buahan atau sayur-sayuran. Yang pasti penanamannya mudah, perawatannya tidak ribet, alat dan bahan mudah kita temukan, dan hasilnya bisa dimanfaatkan sendiri oleh kita. Penasaran apa saja tanamannya? Mari kita bahas satu persatu.

1. Kangkung

Kangkung merupakan sayuran yang sering kita temukan di pasar maupun di warung. Rasanya yang enak dan harganya yang murah, membuat banyak orang menyukainya. Tapi tahukah kamu, ternyata kangkung itu sangat mudah untuk ditanam, lho. Perawatannya sangat mudah serta memiliki waktu panen yang tergolong cepat, sekitar 30 hari sudah bisa dipanen. Bagi kamu yang ingin mencoba menanamnya, berikut langkah-langkahnya.

Persiapan Benih

Kamu dapat membeli benih kangkung di toko-toko pertanian terdekat.

Persiapan Alat dan Media Tanam

  • Siapkan botol plastik besar, ember bekas, ataupun polybag (ukuran 25 cm x 25 cm) untuk tempatnya. Lalu lubangi bagian bawahnya untuk jalan keluar air.
  • Siapkan tanah yang gembur, pupuk kandang/kompos, dan sekam padi. Perbandingan 1:1:1 lalu aduk/campurkan menggunakan cangkul atau sekop kecil hingga merata.

Penanaman

  • Masukkan tanah yang sudah dicampur ke dalam polybag hingga penuh, lalu basahi dulu dengan air.
  • Setelah itu masukan benih kangkung ke dalam tanah sekitar 1-2 cm. Karena kangkung tumbuhnya berkoloni kita dapat memasukkan banyak benih dalam satu polybag.
  • Selanjutnya timbun benih dengan tanah, lalu siram dengan air secukupnya.
  • Simpan dulu di tempat yang tidak terkena sinar matahari sebelum muncul kecambahnya.

Perawatan

Setelah kangkung tumbuh cukup besar, perawatannya cukup dilakukan penyiraman dua kali sehari menggunakan air secukupnya. Bersihkan juga rumput di sekitarnya. Bisa juga diberi pupuk tambahan seperti pupuk kompos ataupun pupuk NPK.

2. Cabai

Siapa sih yang tidak kenal tanaman yang satu ini, salah satu komoditi favorit di Indonesia dan salah satu yang sering digunakan dalam bumbu masakan Indonesia. Untuk kebutuhan sehari-hari kamu bisa menanamnya sendiri di rumah, jadi sewaktu-waktu kamu membutuhkannya tinggal memetik saja. Ingin mencoba menanamnya di rumah? Berikut langkah-langkanya.

Persiapan Benih

Benih bisa kamu beli di toko pertanian ataupun menyiapkannya sendiri. Caranya, pilih cabai yang matang, lalu ambil bijinya, kemudian cuci dengan air, dan keringkan di bawah sinar matahari.

Persiapan Alat dan Bahan

  • Siapkan gelas kecil untuk penyemaiannya lalu lubangi bawahnya. Gunakan ember bekas atau polybag (ukuran 30 cm x 30 cm). Jangan lupa lubangi bagian bawahnya.
  • Campurkan tanah yang gembur, pupuk kandang/kompos, dan sekam padi. Perbandingannya 1:1:1, gunakan cangkul/sekop kecil untuk meratakannya.
  • Jika sudah tercampur rata, masukkan tanah ke dalam gelas kecil polybag hingga penuh dan padat.

Penanaman

  • Lakukan penyemaian terlebih dahulu. Masukkan benih cabai ke dalam tanah sekitar 1-2 cm, lalu timbun dengan tanah. Setelah itu siram dengan air secukupnya.
  • Jika tanaman cabai sudah memiliki 4-5 helai daun berarti sudah siap dipindah tanam ke tempat yang lebih besar.
  • Siapkan polybag yang sudah diisi tanah tadi. Gali sedikit di bagian tengahnya untuk memasukan bibit cabai yang sudah disemai. Lalu padatkan lagi tanahnya.
  • Lalu siram dengan air secukupnya.

Perawatan

Untuk perawatannya kamu cukup menyiramnya dua kali sehari pagi dan sore hari. Pemupukan dengan pupuk kompos ataupun NPK. Untuk pengendalian hamanya kamu bisa menyemprotkan pestisida, organik ataupun kimia. Bersihkan juga rumput liar/gulma di sekitarnya agar nutrisi tanaman tidak tercuri.

3. Daun Bawang

Daun bawang merupakan salah satu bahan tambahan dalam masakan yang banyak digunakan. Seperti dalam sayur sop, telur dadar, mie ayam, dan masih banyak lagi. Ini saya rekomendasikan karena sangat mudah untuk mendapatkan bibitnya. Kalau kamu beli daun bawang di warung ataupun di pasar biasanya masih ada akarnya, nah potonglah batang daun bawangnya lalu sisakan sekitar 1-2 cm yang masih ada akarnya itu. Bagian itu bisa kamu jadikan bibit untuk ditanam kembali.

Persiapan Alat dan Bahan

  • Gunakan polybag 30 cm x 30 cm agar daun bawang bisa tumbuh maksimal
  • Persiapkan campuran tanah, pupuk kompos, dan sekam padi perbandingan 1:1:1. Lalu aduk hingga merata.
  • Lalu masukkan tanah tersebut ke dalam polybag hingga penuh.

Penanaman

  • Basahi dulu media dengan air secukupnya, lalu masukkan batang daun bawang yang masih ada akarnya tadi. Jika akarnya dirasa terlalu panjang, kamu bisa memotongnya sedikit.
  • Padatkan tanah, kemudian siram kembali dengan air.

Perawatan

Pastikan suplai air cukup, siramlah pagi dan sore hari jika perlu. Tambahkan juga pupuk untuk nutrisi tambahannya. Gemburkan tanah seminggu sekali dengan cara mengaduk tanah bagian atasnya agar akar mendapatkan suplai oksigen yang cukup.

4. Bayam

Sayuran yang satu ini umum kita temukan sehari-hari, terutama di meja makan. Biasanya yang sering kita makan itu bayam hijau. Kalo kamu belum pernah mencoba bercocok tanam, sama seperti kangkung, bayam ini adalah salah satu yang paling saya rekomendasikan. Karena mudah sekali menanamnya, perawatannya tidak ribet, dan waktu panennya cepat sekali. Dalam waktu 25-30 hari kamu sudah bisa memanennya.

Jika menanamnya di rumah, saya sarankan untuk menanam sekaligus banyak. Nanti hasilnya bisa dimasak sendiri, bisa juga dibagikan ke tetangga, atau mungkin kamu jual sendiri. 

5. Tomat

Tanaman ini juga salah satu yang mudah untuk ditanam. Akan sangat bermanfaat sekali jika ditanam di rumah karena selain bisa diambil buahnya, bisa juga menambah keasrian di sekitar rumah. Jika kamu ingin menanamnya, gunakan benih dari tomat yang ada di dapur rumahmu. Ambil bijinya, cuci, lalu keringkan agar siap untuk ditanam.

Sebelum ditempatkan di polybag yang besar, kamu menyemainya terlebih dahulu sampai tumbuh bibit yang mempunya 4-5 helai daun, barulah bisa dipindahkan ke polybag yang besar. Jika tanaman sudah mulia membesar dan meninggi, berilah ajir/tiang penyangga agar tanaman tomat tidak patah. Karena batang tanaman tidak akan kuat untuk menopangnya jika nantinya berbuah. Ketika sudah berbuah kamu bisa memetiknya kapan saja kamu mau.

Itulah 5 rekomendasi tanaman dari saya. Mudah untuk menanamnya di rumah, bukan? Selain menjadi kegiatan baru untuk mengisi waktu luang selama pandemi, juga sekaligus untuk membuat lingkungan rumah menjadi lebih asri, udara lebih segar, dan bisa menjadi bahan untuk masakan.

Nah, ayo coba menanam sekarang juga! Tanam apa saja yang bisa kamu tanam di rumah. Siapa tahu ini bisa menjadi hobi ataupun jadi keahlian baru kamu.

Tidak ada komentar