Terhangat

Fakir Miskin Kaum Muhajirin adalah Manusia Pertama yang Akan Mendatangi Telaga Nabi


Oleh Iffah Zehra*

Diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari ash-Shanabiji al-Hamas bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Ketahuilah, sesungguhnya aku mendahului kalian ke telaga dan sesungguhnya aku merasa bangga atas banyaknya kalian terhadap umat-umat lain. Oleh karena itu, sepeninggalanku nanti, janganlah kalian saling membunuh.”

Diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari Tsauban budak yang dimerdekakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya panjang telagaku itu antara Aden sampai ke Ailah, warna air seputih susu, rasanya semanis madu, dan gelas-gelasnya sebanyak bintang-bintang di langit. Barangsiapa meminumnya, maka selamanya ia tidak akan pernah merasa haus. Manusia pertama yang datang ke telaga tersebut adalah fakir miskin kaum Muhajirin yang pakaiannya kotor, yang kepalanya kusut masai, yang tidak menikah dengan wanita-wanita yang hidup sejahtera, dan yang tidak dibukakan untuk mereka pintu-pintu yang tepat.” Mendengar itu Umar menangis sesegukan sehingga jenggotnya basah oleh air mata seraya berkata, “Tetapi, aku menikahi wanita yang hidup sejahtera dan dibukakan untukku pintu-pintu yang tepat. Tak mengapalah, karena aku tidak akan mencuci pakaian yang melekat di tubuhku sampai kotor, dan aku tidak akan meminyaki kepalaku sampai kusut masai.

Hadis serupa diriwayatkan oleh Tirmidzi, dari Abu Salam Al Habsyi, dari Tasauban, bahwa Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya panjang telagaku itu mulai dari Aden hingga Amman al-Balqa‘. Airnya lebih putih dari dari air susu... ”

Anas bin Malik mengatakan, “Orang pertama yang mendatangi telaga Rasulullah ialah orang-orang kurus kering yang puasa dan menetap terus di masjid, ketika malam tiba mereka menyambutnya dengan sedih.”

Subhanallah. Kita memohon kepada Allah Yang Maha Agung, Rabb pemilik ‘Arsy yang mulia, untuk mewafatkan kita dalam keadaan Islam dan mempertemukan kita dengan para syuhada dan orang-orang saleh. Semoga Allah tabaroka wata’ala menjadikan kita dalam golongan hamba-hamba-Nya yang muttaqien dan mendapatkan kemenangan dan menjadikan apa yang ditulis ini ikhlas hanya karena-Nya. Dengan pertolongan dan kemurahan-Nya, semoga memberikan manfaat untuk kita dan kedua orang tua kita serta seluruh kaum muslimin. Amiin.

Referensi:

  • Buku At-Tadzkirat Bi Ahwali al-Mauta wa Umur al-Akhirat (Rahasia Kematian, Alam Akhirat & Kiamat) karya Imam Al-Qurthubi, Penerbit Akbarmedia (2013).

*Sekretaris Pelaksana Millennial Connect PPI Dunia 2020

Tidak ada komentar