Terhangat

Ruba'iyyat Asmara

Oleh Malla Hasyimi

I
Dengan menyebut satu nama dari 99 asma
aku bersaksi demi hilir sungai nil, tempat Tuhan memelihara air surga
dan menyelamatkan nabinya
kutulis kintaka dengan hati paling mendamba, duhai Sang Pencipta Aksara

II
Apakah yang dapat kami persembahkan kepadamu?
Jika tuk mengeja ‘syahadat’ hatiku masih bisu
ribuan kali ‘sujud’ hanya sekadar ritual tanpa perasasaanku
Padahal engkaulah sebaik-baik tempat untuk menuju

III
Petuah nabi yang di hapal menghias kesombongan diri
terlintas di bibir tanpa tilas di sanubari
tanpa makna, tanpa lelaku jiwa, berhasrat gandrung pada surgawi
duhai jiwa, kemanakah hakikat ridha dalam bergusti?

IV
Maka, ajari dukana hamba;
tuk memberi penghayatan khusyu’ dalam bercinta
demi firman yang Engkau turunkan kepada
lelaki yang rela jiwanya menggigil di Gua Hira

V
Bersihkan hatiku tuk mencecap rahasia
kalam-Mu maka, jernihkan pikirku, bimbinglah sukma dan raga
lapangkan dadaku tuk memahami dan menafsiri sabda Cinta
sebab kepada kaulah Sang Penguasa yang fana-baka


‘Wahai Tuhan aku bukanlah ahli surga,
juga tak mampu menahan siksa neraka’

Khartoum, 8 Juni 2020

Tidak ada komentar