Terhangat

Kajian Manuskrip: Doa-doa Pilihan yang Bersumber dari Al-Qur'an



Oleh Wildan Mubarok

Manuskrip adalah tulisan tangan yang ditulis pada zaman dahulu yang masih ada sampai saat ini. Berbicara tentang manuskrip, tentunya yang ada dalam benak kita adalah sesuatu yang kuno atau usang. Lebih dari itu, meskipun usang ditelan zaman, namun esensi dari manuskrip itu sendiri masih memiliki relevansi terhadap persoalan yang ada pada zaman sekarang.



Sebagai contoh, banyak seorang filolog yang mengkaji manuskrip untuk mendapatkan suatu peradaban keilmuan yang berada di berbagai pelosok Nusantara. Kajian keilmuan tersebut banyak meliputi tentang budaya, sastra, bahasa, politik dan lain-lain. Tidak sedikit didalam manuskrip yang membahas tentang konsep dalam beribadah kepada tuhan yang meliputi sholat, dzikir, dan berdoa.



Dalam islam kita tidak hanya diwajibkan untuk melaksanakan sholat saja, akan tetapi kita dianjurkan untuk memperbanyak doa dan dzikir pada Allah dalam kondisi apapun, khususnya waktu setelah sholat. Hal ini pula lah yang melatarbelakangi terbuatnya manuskrip ini agar kita bisa mengetahui doa-doa yang diajarkan oleh ulama terdahulu yang bersumber dari Al-Qur’an dan hadis.



Adapun pembahasan pada manuskrip ini adalah tentang kumpulan-kumpulan doa yang terdapat di dalam Al-Qur’an yang biasa digunakan oleh penulis pada zaman dahulu. Dan doa-doa tersebut pun masih kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari dalam waktu dzikir setelah sholat, dzikir sendirian, maupun dalam dzikir berjamaah.



KONDISI NASKAH



Judul naskah manuskrip ini adalah tentang “Ayat Qur’an Pilihan” yang tentunya isi yang terkandung dalam manuskrip ini mengenai tentang ayat-ayat Qur’an pilihan yang dijadikan sebagai doa sehari-hari. Naskah ini kondisinya masih sangat bagus, tulisannya pun masih sangat terbaca dan mudah untuk dipahami, ditulis menggunakan tinta hitam dalam kertas HVS bergaris yang memiliki 38 halaman yang mana setiap halamannya terdiri dari 12 baris, akan tetapi didalam naskah ini tidak dicantumkan nomor halamannya. Selain itu, kondisi naskah ini dijilid menggunakan benang dan covernya berupa kertas berwarna biru.



Untuk naskah ini, tidak diketahui siapa penulisnya dan pemiliknya, karena tidak tercantum di dalam cover maupun isi naskah tersebut. Naskah ini ditulis dengan 3 bahasa yaitu bahasa Arab untuk penulisan ayat-ayatnya dan juga bahasa Sunda dan Jawa sebagai penjelasannya. Jadi manuskrip ini sangat mudah dipahami oleh orang-orang Jawa dan Sunda.



ISI KANDUNGAN NASKAH



Dengan kondisi naskah yang masih bagus dan tulisannya jelas, tentunya ini memudahkan penulis untuk mengkaji isi yang terkandung didalam naskah tersebut. San sesuai dengan judulnya, naskah ini memang mengandung banyak sekali doa-doa pilihan yang dijadikan doa sehari hari.



Pada halaman awal naskah ini tertulis surat Al-Baqoroh ayat 255 atau yang biasa disebut dengan ayat kursi, yang berbunyi: Allahu laa ilaaha illa huwal hayyul qoyyum, laa ta’khudzuhuu sinatuu walaa naum lahuu maa fii samawaati wamaa fiil ard,man dzalladzi yasfa’u ‘indahuu illa biidznih ya’lamu maa baina aydiihim wamaa kholfahumwa laa yuhiithunaa bi syaiin illa bimaa syaa, wasi’a kursiiyuhussamawaati wal ard wa laa yauuduhu hifzhuhu maa wahuwal ‘aliyyul ‘adzim..



Sedangkan didalam halaman selanjutnya yaitu berisi tentang kumpulan-kumpulan doa yang digunakan sehari-hari. Di antaranya adalah;

  • Doa selamat

“Allahumma inna nasaluka salaamatan fiddin, wa ‘aafiyatan fil jasad wa ziyadatan fiil ilmi wa barokatan fii rizqi wa tawbatan qoblal maut warahmatan ‘indal maut wamaghfirotan ba’dal maut. Allahumma hawwin alayna fii syakarotil maut wannajaata minannar wal ‘afwa ‘indal hisab.”

  • Doa tolak bala

“Allahummadfa’nal balaaa’ wal wabaaa.

  • Doa meminta umur panjang

“Allahumma thowwil umuurona wa shohih ajsaadana.

  • Doa kebaikan dunia dan akhirat

“Rabbanaa atina’ fiddunyaa hasanah wa fiil akhirotii hasanah waqinaa adzab annar.“



Selain doa, dalam naskah ini terdapat sebuah nasehat tentang etika dalam berbicara yang tertulis di halaman belakang naskah ini. Tulisan tersebut tertulis dalam bahasa Sunda yang berbunyi: Iyeu fasalmertelakeun syarah alkalamhartna nya ayana nga esepkeun kana loba omongan, ngalobakeun omongan anu henteu loba mangfaat ayana maneh peteng ati jeung sok paeh ati. Hartina ayana manah henteu aya karep kahadean jeng matak loba kasalahankarana didawuhkeun ku Kanjeng Nabi SAW dina hadits: “man katsuro tho’mughu katsuro saqtuhu wa man katsuro saqtuhu katsuro dzunubzhu.



HIKMAH BELAJAR MANUSKRIP



Setelah mempelajari dan mengkaji mengenai manuskrip, banyak sekali hikmah yang dapat kita ambil diantaranya adalah membuktikan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang memiliki intelektualitas tinggi, mengapa demikian? Karena ini terbukti dari berbagai macam keilmuan dan tulisan-tulisan yang sangat melimpah tersebar di berbagai pelosok nusantara dan salah satunya dituangkan dalam bentuk manuskrip.

 

Selain itu kita dapat mengetahui sejarah-sejarah masa lampau yang berkaitan dengan kehidupan bermasyarakat, keanekaragaman budaya yang tersebar di Nusantara, keagamaan dan filosofi ajaran yang ada pada masa lampau.



Manuskrip tidak hanya membahas tentang isi kandungan teksnya saja, tetapi lebih jauh dari itu dengan belajar manuskrip kita bisa mengetahui asal usul dari manuskrip itu sendiri mulai dari penulisannya, media penulisannya maupun tempat penyebaran manuskrip tersebut. 

Tidak ada komentar