Terhangat

Dendam Berbalut Rindu


Oleh Suprianto

Ini bukan puisi cinta
Untaian sajak berbisik rasa
Ungkapan haru penuh tawa
Tangan yang menengada
Atau hati yang berselimut lara.
Bukan itu,
Ini sesal yang selalu menghantui
Masa lalu bertaburkan duri
Pikiran yang kerap menggurui.
Ahh sudahlah,
Kepalaku kacau dibuatnya
Waktuku terbuang sia-sia
Bercengkrama tanpa jeda
Berbincang hingga mati kata
Hilang arah untuk mengeja
Sedikit waktu untuk membaca.
Bodoh.
Haha, Terkadang rindu akan hari itu
Di mana gelak tawa tanpa tahu malu
Lelucon singkat yang menggerutu.

Tidak ada komentar