Terhangat

Syair Untaian Perpisahan


Oleh: Toni Suhendra* 
Setiap pertemuan tidak akan bertanya kapan, dimana, dan dengan siapa, namun yang jelas akan berbekas dengan sebuah perpisahan. Teruntuk saudaraku yang di sana, kupersembahkan sebuah syair atas arti dari ukhuwah,

Wahai saudaraku
Benih ukhuwah telah bersemayam di dalam dada-dadamu
Berbelah tumbuh menjuntai di lika-liku kehidupanmu
Berlilit kuat di sepanjang lengan-lengan tanganmu
Berakar serabut yang mulai menyentuh sisi-sisi fikrahmu

Kuat bercecabang tempat singgah burung di dalam penantiannya
Kokoh menjulang tempat menahan gempur badainya
Kekal bunga indah merekah tempat serangga bercengkramanya
Keproduksian buahnya tempat manusia memanfaatkannya

Tetapi sebuah pohon akan ada masa kadaluarsanya
Tertepis angin sepoi akan jatuh daun yang lemahnya
Terterjang ombak badai akan merobohkan batangnya
Tergerus air hujan akan robek bunga dan buahnya

Wahai saudaraku
Semua bermula dari tempat yang paling mulia, adalah rumah Allah
Setiap pertanyaan dijawab dengan bermesra, adalah ibadah
Sesuguhan manfaat di dalamnya, adalah bermuamalah
Selama pergantian waktu di dalam ikatan yang mencumbunya, adalah ukhuwah

Maka batin sesak padat ketika merenggang  pisah
Memukul jiwa hati ketika pertemuan habis sudah
Meminta bertahan kuat ketika jantung sudah mulai lelah
Memurojaah ingatan masa lalu ketika kita sudah terbelah-belah

Wahai saudaraku
Ada sebuah ukhuwah yang tertanam abadi
Akan kita kejar dalam beberapa periode nanti
Alangkah indah pertemuan itu di dalam ikatan suci
Abadi, namun tertumpu di dalam-dalam hati

Adalah surga
Yang sebab karenanya kita bersua,
Adalah surga
Yang sebab karenanya kita bercengkrama,
Adalah surga
Yang sebab karenanya kita berbahagia,
Adalah surga
Yang sebab karenanya kita bersaudara

Maka ya Allah kuatkanlah iman dan istiqomahkanlah ianya di dalam mengarungi samudra kehidupan,
Dengan diri, maka capailah dengan kekuatan pahala
Dengan diri, maka rebutlah dengan ilmu di dalam dada
Dengan diri, maka fokuslah ke Al-Qur'an dengan juntaian makna-makna
Dengan diri, maka tujulah tuntunan dengan syahid di jalan-Nya
Dan mudah-mudahan kita dipertemukan di firdaus-Nya

*Mahasiswa KIIFAL, Sudan

Tidak ada komentar