Terhangat

Roh Ramadhan Saat Pandemi Corona


Oleh: April Setiawan*

Masih terdengar jelas dari corong masjid tua
Suara lantunan Qur'an yang menggema
Rasanya ingin kembali bersua
Di ujung kampung nan jauh di mata

Sesaat ku menoleh ke belakang
Tampaklah raga yang penuh riang
Tersenyum layaknya Pak Belalang
Menghidupkan malam bersama Qur'an
Bersuka ria dalam lingkaran
Bak berada di taman-taman surga-Nya
Penuh kebahagiaan menanti wajah Allah Ta'ala

Takdir pun tak dapat ditolak
Rasanya mata hanya terbelalak
Memandang alam kian bergejolak
Membuat langkah semakin menciut
Tapi jiwa pun tak boleh kecut

Bertambahlah rasa takut
Sebab maut akan datang menjemput
Sekalipun para raja saling berpaut
Namun tak mampu menolak maut
Boleh punya kuasa atas segala
Tapi Allah yang Maha Kuasa atas semua
Kau pun tak berdaya di hadapan-Nya

Masih banyak nikmat yang diberi-Nya
Teramat banyak yang dirasa
Sayang diri tak kunjung sadar
Terhadap nikmat yang amat besar

Nikmat agung kala jumpa bulan yang mulia
Tapi Corona juga ikut menyerta
Hadir seakan menyapa dunia
Meminta bagian dari Yang Mulia
Wujud halus tak dapat dirasa
Gerak kecil tak nampak di mata
Membuat hati insan kian merana
Khawatir terdampak olehnya

Tapi Corona tak layak kau cela
Sebab ia juga ciptaan Sang Kuasa
Ambil saja hikmah darinya
Pasti kelak berguna jua
Sekalipun pandemi Corona
Ganas membuat insan kian merana
Roh Ramadhan haruslah dirasa
Semangat ibadah haruslah makin digugah
Spirit ibadah tak boleh tergoyah

Gema Qur'an masih terdengar
Ayat-ayat cinta dari-Nya selalu disenandungkan
Sekalipun raga bak dalam sangkar
Tetaplah wajah berbinar-binar
Layaknya mercusuar memancarkan sinar

Sebab Ramadhan setan dibelenggu
Sebab Corona, kau pun ikut dibelenggu
Tapi kau tak pantas menggerutu
Cukup kau buka lembaran dari Tuhan-mu
Maka kau dapati seruan amanu
Petunjuk dari Ilahi agar engkau diberkati
Kerjakanlah dan ikuti

Roh Ramadhan masih terasa
Walaupun di tengah pandemi Corona
Hanya saja rindu ingin berjumpa
Seperti yang sedia kala

Saat manisan dihidangkan
Yang terbentang dilapangan
Berkerumun insan mengharap keberkahan
Sebab hadirnya bulan Ramadhan

Saat gerak tubuh serentak beraturan
Mendengar irama kalam-kalam Ilahi dilantunkan
Diikuti suara yang mengaminkan
Membawa kedamaian juga keselamatan
Melepas rindu dari kejauhan

Roh Ramadhan masih terasa
Walaupun di tengah pandemi Corona
Hati berharap kembali seperti semula
Berbaur sesama merasa gembira
Berharap keberkahan di bulan yang mulia

Waktu Dhuha Rabu 05 Ramadhan 1441 H/29 April 2020 M
di Rumah PMJB (Paguyuban Mahasiswa Jawa Barat dan Banten)
Khartoum Sudan

*Mahasiswa KIIFAL (Khartoum International Institute For Arabic Language) Sudan

1 komentar:

  1. Maa syaa Allah...

    Keren sekali..

    Maaf mau kasi komen sedikit,
    Mungkin baiknya agak lebih singkat puisinya supaya pembaca terngiang jelas setiap bait demi bait indah yg tertuang

    BalasHapus