Terhangat

Cahaya yang Kian Redup



Oleh April Setiawan

Ilmu bak setitik cahaya
Penerang dalam gulita

Cahaya terang menyinari jalanan
Bak purnama raya memecah kegelapan
Membuka mata jauh memandang ke depan
Berlanglang buana mengejar harapan

Tapi kini sudah berbeda
Hampir-hampir tak lagi memancarkan rona
Karena ilmu hanya sebatas tinta
Penghias mata belaka
Reduplah terasa walau punya cahaya

Tapi kini sudah berbeda
Hampir-hampir tak lagi memancarkan rona
Sebab ilmu tanpa amal nyata
Hingga hati makin terlena
Melihat mata-mata kian takjub memandangnya

Reduplah cahayanya
Tak lagi memancarkan rona

Wahai hati yang sudah terlena
Bukalah kembali lembaran Al-Fatiha
Renungilah kandungan ayat-ayat-Nya
Pasti kau lihat orang-orang mendapat murka-Nya

Murka-Nya sebab berilmu tapi tak mengamalkan
Murka-Nya sebab ilmu hanya sebatas tinta yang digoreskan
Murka-Nya sebab ilmu hanya sebatas lisan yang diucapkan
Cahaya pun kian redup seakan tenggelam dalam kegelapan

Reduplah cahayanya
Tak lagi memancarkan rona

Wahai hati yang terlanjur lena
Kembalilah kepada-Nya
Bawalah lagi cahaya-Nya
Tuk menerangi alam semesta

-----
Zhuhur, 12 Ramadan 1441 H/6 Mei 2020 M
Di Rumah PMJB (Paguyuban Mahasiswa Jawa Barat dan Banten) Khartoum Sudan

2 komentar: