Terhangat

Seketika Berubah, Maka Harumlah Namanya



Tentang bersihnya hati dan harumnya namamu
….. Aku pun sangat setuju …..
Karena hati yang bersih
akan selalu mempertanyakan apa yang digerakkan oleh tubuhnya

Seketika namamu yang dikenal berubah jadi asing
.... Semua itu tentu ada alasannya …
Tak perlu Kau jelaskan mengapa?
Cukup Kau simpan sampai waktu yang akan menjelaskannya

Telah kubaca juga biografi Mohammad Natsir
Sosok Ulama yang Negarawan
….. Beliau pun pernah demikian ….
Pernah dimuat di beberapa majalah pada masanya
Melalui rangkaian kata di atas kertas putihnya
 Beliau mengkritisi dan menepis kelalaian dengan argumen tajam yang penuh makna
Bahkan tulisan Bung Karno pun pernah ditepisnya
…. Tapi yang tampak bukanlah namanya ….
Itulah beliau seorang Ulama yang Negarawan
Nama beliau pun disamarkan
...Tentu, dengan alasan yang penuh makna …

Begitu juga Kau
Seketika namamu berubah, bak orang yang tak dikenal
Tapi ku tahu, Ku masih mengenalmu
Ya, tak perlu Kau jelaskan
Sampai waktu yang akan menceritakan dengan sendirinya
... Semoga namamu selalu dijaga dan harum selamanya …


Khartoum, Senin 20 April 2020 pukul: 23:38 di PMJB
 
Oleh: April Setiawan

16 komentar:

  1. Masha Allah, subhanallah...mantap ustad.

    BalasHapus
  2. Masya allah kata-katanya begitu indah..

    BalasHapus
  3. Mantap teruslah berkarya nanti antum akan memetik hasilnya

    BalasHapus
  4. Masya Allah... Teruslah berkarya akhi.....💪💪💪

    BalasHapus
  5. Masya alllah mantap akhina doakan ana bisa istiqomah kayak antum menyiarkan agama allah

    BalasHapus
  6. Masya Allah, sangat menginspirasi

    BalasHapus
  7. Masya Allah .... luar biasa kata - kata penuh makna ....

    BalasHapus
  8. paragraf sastra yg indah sajak yg penuh makna kalimat yg terus tergiang dan sangat sy suka bunyinya "Begitu juga kau, seketika namamu berubah,bak orang yg tak dikenal . Tapi kutahu kumasih mengenalmu.
    Ya, tak perlu kau jelaskan
    Sampai waktu yg akan menceritakan dengan sendirinya.." kuharap saat inipun kau masih mampu mengenalinya. Masyaallah tabarakallah.

    BalasHapus
  9. Masyaallah,
    Teruslah semangat dalam menulis. begitu pun kami, semoga semangat untuk menulis juga menghampiri.
    Teringat dengan satu quote: “Jika kamu bukan anak raja dan bukan anak ulama besar, maka menulislah.” (Imam Ghozali)

    BalasHapus
  10. Masya Allah
    Taabarakallahu fikum jaamiian

    BalasHapus
  11. Masya Allah, sangat menginspirasi
    Lanjutkan kemampuan menulisnya, in syaa Allah barokah dan akan banyak manfaatnya
    Salam Sukses dari jauh

    BalasHapus