Terhangat

Ngalor Ngidul: Jam Tangan Mahal

Sumber: Forbes
Siapa sih yang tidak tahu Rolex? Jam mewah asal Swiss yang harganya bisa sampai ratusan juta. Jam tangan mewah yang hanya dipakai oleh bos-bos perusahaan dan artis-artis kaya. Meski begitu, Rolex masih termasuk jam entry-level untuk sekelas jam mewah asal Swiss. Masih ada jam tangan yang harganya lebih mahal bahkan menembus angka miliaran rupiah!

Salah satunya Patek Philippe. Merupakan brand jam tangan mewah asal Swiss juga yang harga second-hand saja bisa lebih mahal dari jam tangan Rolex keluaran baru atau bisa juga disebut unworn. Pada 12 November 2016, Forbes merilis sebuah artikel yang bertuliskan “Patek Philippe 1518 sold for USD 11,136,642 today at a Phillips Bacs & Russo auction in Geneva.” Sebuah jam tangan Patek Philippe 1518 terjual dalam pelelangan seharga USD 11 juta! Harga yang sangat tidak masuk akal untuk sebuah jam tangan.

Kemudian muncul pertanyaan, sebenernya apa sih yang membuat sebuah jam tangan itu mahal? Bahkan untuk second-handnya saja, Patek Philippe bisa menembus harga USD 11 juta. Kalau dicermati lebih dalam, ada beberapa faktor yang bisa menjadikan sebuah jam tangan menjadi sangat mahal. Faktor atau sebab pertama adalah  nilai sejarah yang melekat pada jam tangan tersebut. Para kolektor jam tangan antik khususnya rela merogoh kocek yang cukup besar untuk jam yang memiliki nilai sejarah. Seperti Patek Philippe 1518, selain diproduksi terbatas, jam tersebut memiliki sejarah tersendiri, yakni diproduksi saat pecahnya perang dunia kedua, jam tersebut menjadi saksi terjadinya perang dunia saat itu. Juga salah satu varian dari Rolex yaitu Rolex Deepsea Challenge. Adalah jam tangan pertama yang pernah menyelami dalamnya Palung Mariana sebanyak dua kali. Pada 23 Januari 1960 dan 26 Maret 2012. untuk model serupa, Rolex menjualnya dengan harga yang cukup fantastis, yakni USD 12,550.

Bukan hanya nilai sejarah yang bisa membuat harga sebuah jam tangan menjadi begitu mahal. Faktor kedua adalah bahan penyusun jam tersebut. Meliputi mesin jam, case, dan strap. Keseluruhan jam tangan umumnya tersusun dari besi anti karat. Tapi, karena sejak jaman dahulu itu jam tangan dan jam saku adalah lambang dari kemakmuran seseorang, para watchmaker pun membuat jam-jam mereka dari bahan yang bermacam-macam, seperti besi, kayu, aluminum, titanium, perak, emas, bahkan berlian. Graff Diamonds Hallucintion. Adalah jam tangan produksi Graff Diamonds yang dihargai USD 55 juta. Jam tersebut memiliki harga yang sangat mahal karena terbuat dari berlian warna-warni yang memiliki nilai 110 karat. Juga Chopard 201 karat yang dihargai USD 25 juta. Jam buatan Chopard tersebut memiliki nilai yang mahal karena bahan yang pakai jam tersebut adalah berlian merah muda 15 karat, berlian biru 12 karat, berlin putih 11 karat, dan berlian kekuning-kuningan 165 karat.

Selanjutnya, yang bisa membuat harga sebuah jam tangan menjadi mahal adalah komplikasi atau ya mudahnya jam tangan itu memiliki komposisi yang rumit. Jam tersebut memiliki komplikasi seperti tourbillon, chronoghraph, moonphase, grande sonnerie, perpetual Calendar, dan yang lainnya. Tapi diantara komplikasi-komplikasi tersebut ada satu komplikasi yang hanya dimiliki jam tangan luxury, dalam artian komplikasi tersebut tidak dimiliki pada jam tangan biasa. Adalah tourbillon. Tourbillon sendiri merupakan bahasa Perancis yang artinya angin puyuh. Adalah variasi dari escapment -bagian utama pada mesin jam mekanik- yang didesain untuk meningkatkan akurasi dari jam tangan dengan mengurangi gaya gravitasi pada escapment. Ditemukan oleh Abraham-Louis Bregeut untuk model jam saku, yang kemudian dikembangkan oleh Patek Philippe pada jam tangannya.

Tourbillon adalah simbol estetika tertinggi dan paling rumit dalam dunia horologi. Juga pembuktian kecakapan seorang watchmaker dalam pembuatan jam. Sebuah jam tangan sederhana produksi Swiss dengan mesin tourbillon dihargai tidak kurang dari USD 42.000 dan bisa lebih mahal lagi jika memiliki komplikasi tambahan lainnya.

Jam tangan kegunaan dasarnya adalah untuk menunjukan waktu. Sebagai pengganti jam saku, jam tangan memiliki bentuk lebih kecil dan mudah untuk dibawa kemanapun. Seiring bertambahnya waktu dan berkembangnya zaman, jam tangan memiliki beberapa tambahan fitur teknologi kekinian seperti; pencantuman tanggal, hari, dan fase bulan secara digital (walaupun pada zaman dahulu sudah ada). Juga teknologi GPS, kompas, dan world timer otomatis yang mana saat kita berpindah ke suatu tempat dengan zona waktu yang berbeda, kita tidak perlu lagi mengatur ulang jam tangan kita, jam tangan akan menyesuaikan secara otomatis. Kemudian altimeter untuk menghitung ketinggian pun sudah mulai banyak ditemukan di jam tangan zaman sekarang ini. Jam tangan adalah alat presisi yang rapuh, untuk itu ditambahkanlah fitur ketahanan seperti kedap air, anti-magnetik, juga tahan banting. Kikuo Ibe, seorang staf research and technology dari Casio yang akhirnya setelah melakukan uji coba selama 2.5 tahun, berhasil mencipta jam tangan tahan banting, kedap air dan tahan di segala kondisi yang diberi nama G-Shock. 35 tahun berlalu, G-Shock pun semakin lengkap dengan beberapa fitur tambahan seperti GPS, tenaga matahari, bluetooth, kompas, altimeter, worldtimer,  dan mudresist. Untuk jam tangan G-Shock sendiri dibandrol dari harga 75$ sampai 999$. Kemudian ada Rolex Millgauss. Salah satu varian Rolex yang dirancang untuk memenuhi tuntutan para ilmuan yang waktu itu bekerja di CERN. Rolex mengklaim bahwa jam tangan mereka mampu bertahan menghadapi medan magnet berukuran sampai dengan 1000 gauss. Jam tangan tersebut dihargai 7,500 euro. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pun bisa menjadi salah satu sebab harga sebuah jam tangan menjadi mahal.

Dan mungkin faktor terakhir ini adalah sebab utama sebuah jam tangan menjadi mahal. Prestige atau luxury dari brand jam tangan itu sendiri. Seperti kita ketahui, baru-baru ini di Indonesia mulai tren orang kaya memakai jam tangan Richard Mille. Jam tangan mewah asal Swiss yang memiliki harga milyaran. Mengapa? Karena eksklusifitas dari Richard Mille itu sendiri. Mulai dari jam tangan yang tidak diproduksi secara masif juga branding yang dilekatkan pada jam tangan tersebut oleh pembuatnya yaitu Richard Mille, bahwa jam tangan buatannya itu hanya dimiliki oleh orang-orang yang sudah bingung mau buang uang. Tetapi, tentu kualitas yang dimiliki Richard Mille bukan sembarangan. Untuk jam mekanik, alat presisi yang ringkih, Richard Mille tahan terhadap goncangan yang ekstrem. Rafael Nadal, brand ambassador dari Richard Mille. Ia memakai jam tangan tersebut selama pertandingan. Yang dimana dalam olahraga tenis, tentu rawan terhadap goncangan, apalagi untuk sebuah jam mekanik. Tetapi Richard Mille mampu bertahan. Bukan hanya untuk bermain tenis, Richard Mille juga menjajal jam tangan miliknya dalam olahraga polo. Pablo Mac Donough, atlet polo yang sekaligus brand ambassador dari Richard Mille. Ia pakai jam tangan tersebut selama pertandingan dan jam tangan tersebut mampu bertahan. Untuk jam tangan yang dipakai oleh Rafael Nadal dibandrol dengan harga $775,000 sedangkan jam tangan milik Pablo dihargai sekitar $1,329,800.

Itulah beberapa faktor yang menjadikan sebuah jam tangan bisa memiliki harga yang sangat mahal. Semua harga tersebut sebanding dengan kreasi, seni, dan hasil ide cemerlang seseorang. Juga harga eksklusifitas yang memang tidak diperuntukkan untuk semua orang. Tentunya, membeli sebuah jam tangan mewah bisa menjadi investasi tersendiri. Dikutip dari Bloomberg, jual beli jam tangan bekas di kawasan Amerika Utara tumbuh dengan pesat. Dalam 5 tahun terakhir, besaran pasar jam tangan bekas diperkirakan mencapai USD 5 miliar. Pecahan pasar ini mengalami peningkatan 40% setiap tahunnya. Sedangkan pasarutama jam tangan baru hanya meningkat sekitar 3%-5% per tahunnya. Investasi yang cukup menjanjikan.

Tapi tetap, untuk sebuah jam tangan bagi mereka-mereka yang hanya ingin sekedar memiliki, saya rasa jam tangan dengan harga sekitar Rp 5 jutaan sudah sangat cukup. Kecuali jika memang ada yang ingin mencoba berinvestasi pada jam tangan ya ngga ada salahnya, yang penting syaratnya anda harus kaya, minimal punya hubungan dengan Gen. Petir.

Sampai di sini random ngalor-ngidulnya. Semoga bermanfaat dan sampai jumpa. Have a nice day!


Oleh: Faruq Al-Quds

Tidak ada komentar