Terhangat

Untuk para Mahasiswa Baru, Ini Tips Memenangkan Ujian Untuk Kalian!





Beberapa minggu berlalu dengan kekosongan tanpa kejelasan. Ujian tidak, liburanpun juga tidak. Namun pada akhirnya, Kampus mengeluarkan maklumat untuk mengadakan kembali ujian yang sempat tertunda. Tak ayal, hal ini menjadi berita gembira sekaligus berita mencekam tersendiri bagi mahasiswa baru. Bagaimana tidak, mereka baru saja menghadapi ujian pertama mereka. Tak hanya ujian akademik, namun juga ujian kehidupan. Akan tetapi, ujian harus tetap dihadapi dengan banyak persiapan. Meskipun ujian memanglah untuk belajar dan bukanlah belajar untuk ujian.

Begitu banyak kekhawatiran yang muncul di benak mahasiswa baru mengenai ujian pertama mereka ini. Tentang soal yang konon katanya susah, tidak ada di mudzakiroh, ruang ujian yang tidak nyaman, pengawas ujian yang menyeramkan ataupun tentang mati listrik secara tiba-tiba ketika mengerjakan soal ujian sehingga jawabanpun hangus dan tak mendapatkan nilai sebab ujian berbasis computer yang dilaksanakan. Namun nyatanya di TKP (Tempat Kejadian Perkara) tidaklah serumit seperti konon katanya.

Ujian layaknya medan perang, berikut beberapa senjata yang perlu dibawa dan di persiapkan jauh-jauh hari sebelum ujian, antara lain:


1. Niat.
Senjata yang satu ini sangat ampuh melawan kemalasan dan berbagai penyakit hati lainnya. Tajdidunniyah sebelum ujian perlu dilakukan untuk mengingatkan kembali niat apa yang membawa diri sampai belajar sejauh ini, untuk apa dan siapa ilmu yang didapatkan kelak dan kenapa harus repot-repot menunaikan ujian semester.

2. Belajar.
Sekali lagi, belajar bukanlah untuk ujian namun ujian untuk belajar. Mempelajari kembali apa yang telah didapatkan selama satu semester dan mengujinya di akhir semester melalui ujian. Dan lagi, belajar adalah tugas utama seorang pelajar. Jadi, poin ini adalah yang terpenting.

3. Bertanya kepada Ustaz/ah ataupun Kakak Tingkat.
Malu bertanya, sesat di jalan. Pepatah tersebut bisa di jadikan pedoman untuk menghadapi ujian. Jika ada pelajaran yang kurang jelas maupun kurang paham, langsung saja tanyakan kepada Ustaz/ah. Bertanya kepada kakak tingkat juga bisa menjadi pilihan terbaik saat menemukan kesulitan saat belajar.

4. Pelajari Contoh Soal, Namun Jangan Berpatokan.
Beberapa Ustaz/ah dan kakak tingkat pasti memberikan kisi-kisi serta contoh soal. Setelah belajar materi ujiannya, mengkaji kisi-kisi dan contoh soal ini ialah langkah selanjutnya. Tetapi, jangan sampai terlalu berpatokan sehingga hanya mengandalkan kisi-kisi dan contoh soal ini.

5. Jangan Terkecoh Kalimat: “Katanya…”
Tak jarang terdengar desas-desus mengenai ujian. Baik hal itu ternyata fakta atau hanya sekedar kabar burung saja, tak seharusnya hal tersebut menjadi momok atau justru membuat kita meremehkan ujian.

6. Teliti atau Tidak Grusa-Grusu Saat Mengerjakan Soal.
Durasi untuk menjawab soal-soal ujian, lumayan cukup untuk menuntaskan soal dengan hasil memuaskan. Pembagian waktu bisa sangat berpengaruh dalam hal ini, misalkan: dua puluh menit awal membaca soal, satu jam selanjutnya untuk menjawab satu-persatu soal dari mudah hingga soal yang susah, dua puluh menit selanjutnya untuk mengoreksi kembali jawaban dari awal hingga akhir. Bahkan, masih tersisa beberapa waktu untuk login dan menyimpan jawaban lalu logout.

7. Tidak Menyesali Jawaban yang Salah.
Ketika selesai ujian, biasanya akan banyak teman-teman yang mengungkit jawaban mereka lalu begitu melihat ke mudzakiroh ternyata jawaban kita ada yang salah. Janganlah berkecil hati dan menyesal. Let bygones be bygones, yang berlalu biarlah berlalu. Cukup tau jawaban mana yang benar sebagai evaluasi untuk ke depannya.

8. Memberi Asupan Gizi yang Baik bagi Tubuh.
Persiapan yang satu ini seharusnya tak hanya dilakukan saat masa ujian berlangsung. Namun ketika ujian, asupan gizi yang diperlukan harus jauh lebih baik dari hari biasa. Sebab, tubuh perlu nutrisi yang cukup untuk begadang dan berpikir.

9. Memberi Reward pada Diri Sendiri.
Jangan terlalu keras pada diri sendiri. Sesekali berilah reward atau balasan untuk diri agar diri tetap termotivasi. Contohnya; kita bisa membeli eskrim atau jalan ke Afra setelah berhasil melewati 3 mata pelajaran yang sekaligus diujikan pada hari itu juga.

10. Perbanyak Muhasabah Diri.
Pasti ada beberapa teman yang menguasai akademik dengan baik. Pintar pelajaran tanpa perlu bersusah-susah begadang. Jangan iri akan hal itu. Jangan terfokus untuk merasa minder, namun justru harus terpecut untuk berusaha lebih dan berjuang semaksimal mungkin serta menjadi yang terbaik dalam level masing-masing.

11. Berdoa, Minta Doa dan Mendoakan.
Doa tanpa usaha sama saja bohong dan usaha tanpa doa sama dengan sombong. Doa dan usaha adalah sepaket yang tak terpisahkan. Tapi, jangan hanya berdoa untuk diri sendiri. Sebaiknya kita juga harus meminta doa dan mendoakan satu sama lain.

12. Tawakal kepada Allah.
Tawakal atau pasrah diri kepada kehendak Allah Swt, percaya dengan sepenuh hati kepada Allah Swt, perlu di terapkan saat masa-masa pasca ujian dan menunggu hasil perjuangan selama ini.

Seperti medan peperangan yang sesungguhnya, saat seluruh senjata siap sedia dikerahkan, menang atau tidaknya tergantung kepada kekuatan senjata yang kita miliki. Jadi, apakah kita ingin memenangkan ujian ini atau justru kalah telak begitu saja? Semoga Allah memudahkan ujian kita. Aamiin.


Penulis : Rayhana Syitaa'
Sumber Gambar : Sindonews.com


Tidak ada komentar