Terhangat

Ini Poin Penting Hasil Pertemuan Rektor IUA dan Alumni Sudan


         Kedatangan Rektor IUA (International University of Africa) Prof. DR. Kamal Ubaid ke Indonesia disambut baik oleh Ikatan Alumni Sudan (IAS) di Indonesia. IAS yang didirikan tahun 2016 lalu ini melakukan pertemuan dengan Rektor IUA di ruang VIP Bandara Soekarno Hatta pada Sabtu (15/07/2017).

          Pertemuan yang dihadiri oleh Mantan Presiden Sudan, Abdurrahman Suwar Ad-Dzahab dan DR. Billy (Ketua Hubungan Luar IUA)  tersebut menghasilkan beberapa poin yang diharapkan dapat memperkuat hubungan belateral Sudan dan Indonesia dalam dunia pendidikan dan budaya melalui alumninya di Sudan diantarnya : 
1.Alumni Sudan diharapkan bisa menjadi Duta Sudan yang berperan aktif dalam mengenalkan Sudan kepada Masyarakat Indonesia. 
2. IAS diharapkan bisa menjadi lembaga yang mengupayakan beasiswa imbal balik di antara kedua negara. 
3. IAS diharapkan bisa ikut serta membantu misi Kedubes Sudan di Jakarta.
5. IAS diharapkan bisa menjadi panitia penyeleksi beasiswa ke Sudan dan bekerjasama Depag  RI dan Kedubes Sudan di Indonesia. 
6.IAS mengharapkan tambahan peluang beasiswa bagi Indonesia di beberapa Universitas di Sudan. 
7. Membuka peluang beasiswa yg mau belajar tahfidz di kholwah Sudan. 
8. Untuk Para Alumni, terutama dari IUA diharapkan membuat ikatan alumni universitas masing-masing, namun tetap dalam naungan IAS. 

           “ Pertemuan berlangsung satu jam dan dilanjutkan makan malam di restoran Turki di daerah Kemang . Beberapa Pengurus IAS hadir seperti Dr. Suaib Tahir, MA (Pembina IAS), Dr. Faisal Hendra, M. Ed Ketua IAS), Abdul Baist Mukhtar, MA (Sekjen IAS), Subhan Amir, MA (Wakil Ketua I IAS) dan beberapa pejabat Kedubes Sudan”,ujar Dr. Faisal yang dihubungi Majalahelnilein.com melalui whatsApp.

          Rektor IUA beserta rombongan datang ke Indonesia dalam rangka menghadiri Muktamar Ulama dan Dai se- Asia Tenggara,Eropa dan Afrika yang diselenggarakan di padang. Pemerintah Kota Padang menjadi salah satu penyelanggara acara yang dihadiri lebih dari 700 ulama tersebut.

Abid ars

Tidak ada komentar