Terhangat

Rapat Tahunan Badan Otonom oleh PPPI Sudan

Jum'at, 5 Mei 2017 Persatuan Pelajar Putri Indonesia di Sudan mengadakan Rapat Tahunan Badan Otonom (RTBO) yang merupakan rapat pertanggungjawaban bagi para pengurus. RTBO ini diadakan satu tahun sekali di akhir masa kepengurusan. RTBO kali ini mengusung tema "Bersama PPPI, Tunjukkan Potensi Diri, Demi Mewujudkan Generasi Emas Bumi Pertiwi", di mana menurut ketua pelaksana RTBO, Sakina, yang bermakna; PPPI merupakan wadah yang tepat bagi para mahasiswi untuk menunjukkan potensi yang ada pada dirinya. Karena bangsa kita mempunyai program di tahun 2045 ,"Generasi Emas", di sini PPPI ikut andil dalam program ini, dikarenakan PPPI merupakan salah satu organisasi mahasiswi yang memiliki intelektual dan integritas yang tinggi serta mampu untuk memajukan bangsa dengan mewujudkan program bangsa kita di tahun 2045.

Rapat Tahunan Badan Otonom dimulai pukul 10.00 ws bertempat di kampus putri IUA. Adapun tamu undangan yang turut hadir dalam acara ini yaitu; Bapak Duta Besar Republik Indonesia untuk Sudan dan Eritrea, Bapak Burhanudin Badruzzaman; Perwakilan Ibu Darma Wanita Persatuan (DWP) yang diwakilkan oleh Ibu Siti Rusmiyati dan Ibu Rintis Yona serta perwakilan dari Persatuan Pelajar Indonesia (PPI); ketua PPI Soleh Aldjufri dan jajarannya turut hadir dalam rangkaian acara tersebut.

Soleh aldjufri, selaku ketua PPI Sudan sangat mengapresiasi atas kerja keras PPPI Sudan. Bahkan dengan program kerja yang cukup banyak, PPPI Sudan mampu melaksanannya dengan baik dan ceria. Di mana, semua pengurus mau turut aktif untuk menyelesaikan amanahnya tersebut. Ia berharap kekompakan yang terjalin, semoga terus dijaga hingga kepengurusan setelahnya.

Dalam acara ini PPPI Sudan juga memberikan cinderamata untuk KBRI Khartoum Sudan yang diberikan oleh Farah Laa Ghibah selaku ketua PPPI Sudan periode 2016-2017 kepada Bapak Burhanuddin Badruzzaman selaku Duta Besar Republik Indonesia untuk Sudan dan Eritrea dan juga cinderamata untuk Ibu Darma Wanita Persatuan (DWP) yang diterima oleh Ibu Siti Rusmiyati. Tak lupa pemberian PPPI Award kepada 3 mahasiswi teraktif dalam kegiatan PPPI Sudan.

Pembahasan Ad/art di mulai sekitar pukul 11.30 ws yang di pimpin langsung oleh Presidium 1, Juliana; Presidium 2, Faridotunnisa; dan notulis, Nuraini. Kemudian Laporan Pertanggungjawaban oleh Pengurus PPPI Sudan yang diketuai langsung oleh Farah Laa Ghibah. Setelah peserta forum mendengarkan seksama dan menimbang beberapa hal, laporan tersebut diterima dengan syarat;
1. PPPI Sudan masa bakti 2016-2017 merevisi dengan batas waktu 14 hari.
2. Setelah direvisi serahkan LPJ terbaru kepada tim peninjau (PH PPI Sudan), Pembina PPPI Sudan (Ririn Dyana dan Azzahra Suherman) dan menyebarkan softcopy file kepada anggota PPPI baik lewat whatsapp maupun media sosial lainnya.

Setelah selesainya pembacaan Laporan Pertanggungjawaban,  acara dilanjutkan dengan pemilihan Ketua PPPI Sudan dengan sistem voting. Ada cukup banyak nama yang keluar dari hasil voting tersebut, namun yang terpilih akhirnya adalah Ainur Rohmah. "Terimakasih yang telah memberikan kepercayaan kepada saya, mohon bantuannya untuk memajukan PPPI yang lebih baik." Dalam sambutannya.

Banyak kesan dan pesan yang disampaikan oleh mahasiswi yang benar-benar senior maupun yang sudah cukup lama di Sudan,  di antaranya adalah kesan dan pesan dari Sarinah Aini, Mahasiswi program doktoral omdurman islamic university, "Tidak mudah menjalankan sebuah organisasi kalau di internal pengurusnya sendiri tidak solid, akan tetapi dalam kepengurusan tahun ini saya melihat ada sebuah kekompakan, kerjasama yang solid serta komunikasi yang harmonis antara sesama pengurus. Di sisi lain leadership dalam diri ketua tahun ini cukup bagus, ia mampu menjadi penggerak ( driver), penyemangat bagi anggotanya. Walaupun ada sebagian dari mereka ada yg kurang profesional dalam menempatkan urusan pribadi dan organisasi, 'ala kulli hal great job girls. Pesan untuk kepengurusan yang akan datang, belajar dari kepengurusan tahun ini di bidang BU (Badan Usaha), lalu benahi di bidang pendidikan, misalnya menghadirkan isu-isu yang berkenaan dengan dunia internasional, atau membuat kajian ilmiah berstandar yang mampu memberikan solusi terhadap permasalahan yang ada di negara kita, sulit memang tapi kita perlu belajar dan di sini adalah ranah kita untuk belajar." Lanjutnya. Adapula pesan, saran dan kritik yang membangun yang disampaikan oleh salah satu mahasiswi IUA, "Saya sangat mengapresiasi kinerja PPPI periode ini, semangat dan ide-ide inovatif terlihat sangat menonjol dan menginspirasi. Namun perlu di garis bawahi banyaknya kegiatan PPPI periode ini banyak menyita waktu luang untuk belajar dan melakukan aktifitas pribadi maupun aktifitas organisasi Indonesia lainya yg ada di Sudan. Untuk itu saya mengharap kepengurusan selanjutnya untuk mengurangi proker dan lebih mengutamakan proker-proker yang mendukung kegiatan belajar serta tetap istiqomah dalam bersemangat dan mengompakkan seluruh pelajar Indonesia di Sudan berdasarkan asas nasionalisme."

"Kesan untuk pengurus PPPI 2016-2017, gemerlang lillah. Maksudnya kepengurusannya bagus, semangat dan gesit tapi tetap karena Allah. Dan pesannya, jadwalnya jangan bentrok dengan kegiatan organisasi  lain agar yang datang ke acaranya bisa lebih banyak  lagi." Ujar Firda Rif'atu Amaly, salah satu mahasiswi peraih PPPI Award./Nusaibah

Tidak ada komentar