Terhangat

Jendela Merindu

Puisi : Faza Fauzan Kabiron

Jendela kamar terhuyung lemas
Ketika angin mamainkan alur jalur
Angin itu memasuki pikiran
Menyusuri lagi memori lama
Bahkan aku tak bisa menghentikannya

Apa kau tau?
Lihatlah keluar jendela
Satu sapaan angin membelaimu
Apa yang kau rasa?
Lihatlah sekali lagi hatimu
Apa yang sebenarnya kau simpan?
Pasti ada seberkas potongan rasa

Dimana tersimpan rindu itu pada sajak sajak kata
Yang sudah tidak sabar kau tahan
Kapan kau kembali?
Lihatlah tanda tanya itu
sudah berapa banyak itu memenuhi perasaanmu?
Lagi lagi muncul satu tanda tanya

Kapan kau kembali?
Bahkan bukan hanya satu tanda tanya lagi
Rindu ini membuncah
Berbisik pada relung hati ini
Masihkah kau kuat menahanya?
Sepotong rindu menunggu di bingkai jendela
Jemputlah !

Tidak ada komentar