Terhangat

Ramadhan: Diampuni Dosa-Dosa yang Telah Lalu


oleh: Faridi Abdul Mukti
Adakah pahala yang lebih besar dibandingkan diampuninya dosa-dosa yang telah lalu? Lalu bagaimana cara mendapatkan pahala tersebut? Rasulullah SAW bersabda :
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ، إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا، غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Barangsiapa berpuasa dengan iman dan ihtisab, niscaya diampuni baginya akan apa saja yang telah berlalu dari dosa-dosanya.” (Diriwayatkan oleh Al-Imam Al-Bukhari hadits no. 38, 214 dan Imam Muslim hadits no. 175)
Hadits diatas menginformasikan kepada kita bahwa hanya puasa yang diiringi dengan iman dan ihtisab itulah yang dijanjikan oleh Allah untuk mendapatkan pahala berupa diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Lalu, apa yang dimaksud dengan iman dan ihtisab pada hadits tersebut? Dalam kitab Mirqaat Al-Mafaatiih Syarh Misykaat Al-Mashaabiih disebutkan bahwa makna (إِيمَانًا) adalah :
أَيْ لِلْإِيمَانِ، وَهُوَ التَّصْدِيقُ بِمَا جَاءَ بِهِ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - وَالِاعْتِقَادُ بِفَرْضِيَّةِ الصَّوْمِ
yakni karena iman, yaitu mempercayai apa yang dibawa oleh Rasulullah SAW dan meyakini akan kewajiban puasa tersebut.” Sedangkan makna (احْتِسَابًا) adalah :
أَيْ طَلَبًا لِلثَّوَابِ مِنْهُ - تَعَالَى - أَوْ إِخْلَاصًا أَيْ بَاعِثُهُ عَلَى الصَّوْمِ مَا ذُكِرَ، لَا الْخَوْفُ مِنَ النَّاسِ، وَلَا الِاسْتِحْيَاءُ مِنْهُمْ، وَلَا قَصْدُ السُّمْعَةِ وَالرِّيَاءِ عَنْهُمْ
yakni memohon pahala kepada Allah Ta’ala, atau ikhlas yakni motivasinya untuk berpuasa adalah sebagaimana yang telah disebutkan (karena iman dan mengharapkan pahala dari Allah;-pen.), bukan karena takut kepada manusia, bukan karena malu kepada mereka, dan bukan karena bermaksud riya (amalnya ingin dilihat orang lain) dan bukan pula karena sum’ah (amalnya ingin didengar orang lain).”
Allah SWT melalui lisan Rasul-Nya SAW yang mulia menjanjikan kepada siapa saja yang berpuasa dengan iman dan ihtisab, maka dialah yang berhak mendapatkan pengampunan dari dosa-dosanya yang telah lalu. Lalu, apa yang dimaksud dengan dosa-dosa pada hadits ini? Penulis kitab tersebut menyebutkan :
أَيْ مِنَ الصَّغَائِرِ وَيُرْجَى لَهُ عَفْوُ الْكَبَائِرِ
yakni dari dosa-dosa kecil, namun diharapkan pula dia mendapatkan ampunan dari dosa-dosa besar.”
Al-Imam Ibnu Baththal juga menyebutkan dalam kitabnya Syarh Shahih Al-Bukhari sebagai berikut :
قول عام يُرجى لمن فعل ما ذكره فى الحديث أن يغفر له جميع الذنوب: صغيرها وكبيرها؛ لأنه لم يستثن ذنبًا دون ذنب،
(Ini adalah) perkataan yang masih umum, dan diharapkan bagi siapa saja yang melakukan apa yang telah disebutkan dalam hadits (yakni berpuasa dengan iman dan ihtisab;-pen.) Allah akan memberikan ampunan baginya dari segala dosa baik dosa yang kecil maupun dosa yang besar, karena perkataan tersebut tidak mengecualikan suatu dosa dari dosa yang lain.”
Semoga puasa kita diterima oleh Allah SWT dan diampuni dosa-dosa kita yang telah lalu. Aamiiin...

Tidak ada komentar