Terhangat

Denyut Tasbih di Padang Sujud

oleh Muhammad Nur pada 02 Oktober 2010 jam 12:01
Di sini sunyi meski genderang bertalu-talu
Hening, meski jantungku berdebar keras
Menyuarakan ruh-Mu, tak ada gema,
Tak ada suara, aku hanyut di padang luas.
Segalanya melebur di kesunyian ilalang panjang

Kapan semua harapan kucapai?
Kapan aku tidur dengan damai?

Aku tundukkan dalam hening sujudku
Bersama nafsu hati, ‘tuk segera larut
Di dalam kedekatan-Mu
Kucium sajadahku dalam malam sunyi
Seperti ingin kureguk nikmat cahaya-Mu
Yang menelusup di relung kalbu.

Kini mimpi itu datang, menjemputku di ujung hari
Saat harapan yang dulu sempat menawan
Saat cita itu sempat pergi dan enggan kembali
Engkau tunjukkan kuasa-Mu di terik keculasan
Menyapa dari tirai kehampaan
Lihainya Engkau membolak-balikkan hati!

Cinta, cita dan harapan
Peluang dan kesempatan mengawan di dinding hati
Meraup sejuta impian di tanah kenabian
Kini, di laman sejuta arti
Tak kusangka ia datang membawa kabar gembira
Satu rasa menyelusup rongga jiwa

Terlampau banyak kenangan yang terkumpul
Waktu yang ada hanya cukup untuk memperbaiki
Segala yang disebut salah
Sampai nanti detik terakhir
Sehingga tak ada pengabdian percuma
Karena setiap waktu adalah pengorbanan

Jika aku dapat terbang ke langit,
Akan kurengkuh kuasa-Mu
Jika dapat kukejar bayang-Mu di bumi,
Akan kuraih tanah bekas tapak-Mu
Tapi, diri-Mu adalah penguasa
Yang kuasanya ada di mana-mana

Ingin Aku mengulang, lembar hidup dari awal
Ingin membasuh, segala hitam yang nodai imam
Ya Allah, izinkan aku meneguk pelita kasih-Mu!
Ya Rabbi, lingkupi aku dengan dekapan cinta-Mu!
Di setiap rukuk dan sujud
Ilahi, biarkan aku jadi milik-Mu!




Tidak ada komentar