Terhangat

Posko Rindu di Payung Senja


Momentum Ramadhan bagi bangsa Indonesia mempunyai kesan yang mendalam. Ini semua karena Indonesia adalah negara berpenduduk mayoritas muslim terbesar di dunia menembus angka 90% dalam prensentase. Tak heran jika suasana Ramadhan di Indonesia sangat kental dengan semua pernak perniknya dari mulai makanan – makanan khas Ramadhan yang tiba-tiba bermunculan di pinggiran jalan, seperti kolak, kue kering maupun basah, minuman minuman pemadam dahaga yang mencekik tenggorokan seharian seperti cendol dan cincau dan read more.....
lain lain pun begitu gampang kita temui di pinggiran jalan, di warung-warung, di pasar-pasar bahkan sering kali kita temui warung-warung baru, pasar-pasar baru dan pedagang-pedagang baru yang ada hanya ketika bulan ini, ngalap “berkah ramadhan” katanya. Menara menara masjid yang hanya berfungsi untuk mengumandangkan adzan pada sholat lima waktu, tiba-tiba menjadi lebih ramai dengan tadarus tadarus yang bersahutan, terkadang pula ada kultum singkat dari para asatidz, dan yang khas sekali adalah bagaimana para panitia masjid masjid berteriak membangunkan sahur dengan speaker speaker menggunakan berbagai cara yang berbeda, ritme berbeda, nada yg berbeda pula, dan ada pula yang cukup memutarkan murottal untuk membangunkan sahur, teringatkah anda bagaimana masjid terdekat anda membangunkan sahur?? dibeberapa daerah bahkan ada petugas piket yang terdiri dari beberapa risma yang berkeliling dengan memukul memukul kentongan sambil berteriak “sahur.... sahur.....” dengan satu nada yang sama. Hal-hal ini membuat atmosfer ramadhan di Indonesia tidak akan tergantikan oleh ramadhan di bumi belahan manapun bagi orang Indonesia. Apakah anda mengigat bahkan merindukan semua hal itu? Tak perlu dijawab, sebab angan-angan anda yang berharap detik ini anda berada di rumah saat membaca tulisan sederhana ini menjawab pertanyaan tadi yang artinya “iya saya rindu sekali, dan ingin pulang”.Berada jauh dari keluarga dan kampung halaman menjadi tantangan tersendiri bagi mahasiswa yang belajar di mancanegara. Terlebih lagi ketika ada momen-momen spesial yang harusnya dilewati bersama keluarga, dan melewatinya tanpa mereka membuat hati ketika diiris-iris kerinduan yang teramat sangat. Begitu pula ketika kita kehilangan suasana kental yang mewarnai momen itu, seperti ada yang hilang. Itu pula yang kita rasakan ketika harus melewati ramadhan di negeri orang yang teramat jauh sekali kebiasaannya dalam menyambut ramadhan. Keluhan-keluhan halus dalam hati membisik, mengeluhkan makanan yang tidak sesuai dengan lidah, mengeluhkan suasana sahur maupun buka yang tak sehangat rumah, membuat kita berandai andai berharap saat ini kita berada di rumah. Tetapi apakah kita harus terus dirundung kesedihan karena hal ini? Sementara bulan Ramadhan adalah bulan yang harusnya kita sambut dengan suka cita dengan segala keutamaan yang Allah turunkan pada bulan ini.
Ada obat yang mujarab untuk mengurangi homesick seperti ini, yaitu membuat perkumpulan bersama teman sejawat, seangkatan, sedaerah maupun satu organisasi untuk bersama-bersama berbuka dan bersantap sahur, hal ini akan mengurangi kerinduan kita, anggap saja orang yang jauh lebih tua dengan kita adalah orang tua kita, sedang yang lebih tua dari kita beberapa tahun kita anggap kakak kita dan yang lebih muda sebagai adik kita, menu pun kita bisa sesuaikan dengan memasak sendiri makanan ala Indonesia walaupun rasanya tak senikmat yang kita harapkan. Hal ini akan membuat kita merasa lebih baik. Berkumpul bersama dan menjadikan perkumpulan ini posko untuk mengobati rindu yang mewabah tanpa bisa kita cegah.
Beberapa event buka bersama yang mengundang seluruh kalangan mahasiswa maupun non-mahasiswa akan oleh beberapa organisasi mahasiswa Indonesia di Sudan seperti IKPM, PIP, PCINU Sudan, bahkan KBRI yang bertaraf kenegaraan pun akan mengadakan acara buka bersama. Yang telah terlaksana adalah “Ifthar Jama'ie” di sekertariat PPI Sudan. Posko-posko untuk mengobati rindu ini yang kita amat perlukan. MAKA JIKA ANDA RINDU SUASANA RAMADHAN DI INDONESIA? DATANGILAH POSKO RINDU DI PAYUNG SENJA!!! (Rif'at Mubarok)

Tidak ada komentar