Terhangat

GHUBAAAR!!!!


     jika di Jakarta banjir amat populer dan menjadi tamu yang kerap kali datang di musim hujan, maka beda halnya dengan khartoum.  Ketika banjir datang semua orang disibukkan oleh kedatangannya, barang-barang hanyut, aktifitas sehari-hari harus tersendat bahkan terhenti, namun disisi lain ada luapan kegembiraan anak-anak kecil bahkan orang dewasa bermain air.  Tidak akan kita temui banjir di Khartoum, tapi ada tamu lain yang tak kalah hebohnya dengan banjir yaitu GHUBAR. Maka tak ada teriakan “banjirrr!!!!” yang akan anda temui di ibu kota negeri dua nil ini, tapi yang ada adalah teriakan “GHUBAAAAAAAAARRR!!!!!”.
lanjutkan
    Ghubar itu apa sih? Bagi orang yang pernah berkediaman di wilayah arid (gersang) pasti tahu apa itu ghubar, sebagaimana orang yang berkediaman di Jakarta tahu apa itu banjir. Ghubar adalah Badai pasir kecil yang umumnya terjadi di wilayah arid  dan semi-arid. Badai pasir antara lain disebabkan oleh meningkatnya kecepatan angin dalam suatu wilayah yang luas. Badai pasir umumnya terjadi pada tanah yang kering. Badai pasir dapat memindahkan keseluruhan bukit pasir dan membawa pasir dalam jumlah besar sehingga tepi badai dapat menyerupai dinding pasir setinggi 1,6 km. Badai pasir di gurun Sahara dalam bahasa setempat dikenal dengan simoom atau simoon (sîmūm, sîmūn). Haboob (həbūb)/ ghubar adalah badai pasir di wilayah Sudan sekitar Khartoum.
    Tepatnya kemarin sore sekitar pukul 03.30 waktu Sudan terjadi badai pasir yang lumayan besar, dan hal ini lumrah terjadi di Sudan. Ghubar terjadi begitu singkat, namun efeknya????? jangan ditanya. Dengan sekali hempasan ia mampu memperpendek jarak pandang kita menjadi beberapa meter saja, debu pasir berterbangan memenuhi udara di sekitar kita menyulap suasana beberapa menit lamanya menjadi serba coklat kemerah-merahan, mata menjadi perih, dan sesaat pernapasan harus terganggu. Biasanya setelah ghubar berakhir ada titik-titik kecil gerimis yang menitik dari langit. Seakan langit ingin membantu kita  untuk membersihkan debu yang menebal dan menempel dimana-mana. Ini adalah kenampakan ghubar yang datang tiba-tiba membentuk lengkungan setengah lingkaran  seperti tsunami yang akan menenggelamkan apa yang ada dihadapannya:


dan ini ada lah kenampakkan suasana setelah ghubar berakhir:

Tidak ada komentar